Minggu, 24 Januari 2021

Polisi Menutup Diri, Korban SBL Minta DPRD Jabar Jadi Mediator

Polisi Menutup Diri, Korban SBL Minta DPRD Jabar Jadi Mediator

Foto: Komisi V DPRD Jabar Mediasi dengan Korban Penipuan Travel SBL, dan Management SBL. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Agar tetap bisa berangkat umroh beberapa perwakilan korban travel Solusi Balad Lumampah (SBL) kembali melakukan mediasi dengan Komisi V DPRD Jawa Barat, Rabu (7/3).

Banner Iklan Swamedium

Mediasi dipimpin Ketua Komisi VI H Syamsul Bachri, Anggota Komisi V Ihwan Fauzi dan KH Habib Syarief Muhamad.

Irfan Arifian, pengacara korban SBL berharap legislatif bisa menjadi mediator bagi kliennya agar korban dugaan penipuan SBL bisa tetap berangkat ke tanah suci.

Harapan tersebut dikemukakan karena Irfan melihat kasus SBL berbeda dengan First Travel (FT), sesama travel umroh dan haji yang telah membuat calon jamaah sengsara. SBL, menurut Irfan, saat pimpinannya ditangkap polisi masih memiliki aset senilai Rp150 Miliar sementara hutangnya Rp300 miliar.

“Minimal utang masih sepertiga dari asetnya,” katanya.

Sementara First Travel saat pimpinannya ditangkap hutangnya Rp950 miliar, dan assetnya hanya Rp50 miliar. Dengan hitung-hitungan seperti itu Irfan berharap masih bisa dicarikan solusi. SBL masih punya nilai untuk dicarikan solusi lainnya. Agar jamaah tetap bisa berangkat umroh

“Itu makanya kita melakukan mediasi dengan DPRD Jabar, agar bisa menjadi mediator dengan pihak kepolisian yang sekarang tengah menangani kasus SBL,” katanya.

Korban menurut Irfan sangat berharap uluran tangan dewan mengingat hingga saat ini pihak kepolisian masih menutup diri.

Rirri Rabbi, wakil jemaah yang tergabung dalam komunitas Amanah mengatakan dirinya sebetulnya bukan korban sebab sudah diberangkatkan SBL.

“Pak Aom Juang Wibowo, pemilik SBL sebetulnya sudah janji untuk tetap memberangkatkan jamaah,” katanya.

Aom Juang Wibowo dihadapan penyidik saat jumpa pers juga mengatakan hal yang sama.

“Katanya walau hanya tinggal baju di badan dan sandal jepit dia tetap akan mengusahakan agar jamaahnya berangkat,” katanya.

Oleh karenanya, Riri berharap pihak kepolisian bisa menangguhkan penahanan terhadap Aoum Juang Wibowo. Agar dia tetap bisa beraktifitas untuk mewujudkan janjinya itu.

“Nggak apa, mau dikawal pihak kepolisian setiap harinya juga nggak apa,” katanya.

Riri demikian yakin dengan janji Aom karena seorang pengusaha itu walau sudah tidak punya harta dia masih tetap punya kepercayaan. Dan itu modalnya untuk berusaha.

Bahyuni Zaili, managemen SBL berharap komisi V DPRD Jabar bisa menjadi mediator agar penangguhan penahanan kliennya bisa terwujud.

“Dengan ditangguhkannya penahanan, harapan jamaah bisa diwujudkan kliennya,” katanya.

Ketua Komisi V DPRD Jabar Syamsul Bachri siap memfasilitasi pertemuan korban penipuan SBL, manajemen SBL dengan Polda Jawa Barat.

“Nanti saya coba undang pihak kepolisian agar bisa mediasi dengan jemaah dan managemen SBL,” ujarnya. (Ris)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita