Sabtu, 04 Desember 2021

Ganti Kepengurusan, GNPF Ulama Istiqomah Kawal Fatwa Ulama dan NKRI

Ganti Kepengurusan, GNPF Ulama Istiqomah Kawal Fatwa Ulama dan NKRI

Jakarta, Swamedium.com – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama atau (GNPF–Ulama) sejak lahir 2016 lalu mengawal Islam, Ulama dan Aktivis Islam. Dalam setahun perjalanan banyak catatan bagi GNPF–Ulama baik secara internal maupun secara eksternal.

Banner Iklan Swamedium

Dan untuk menyampaikan catatan-catatan tersebut, GNPF-Ulama menggelar konferensi pers di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan, Senin (12/3).

Hadir dalam konferensi pers itu, tokoh-tokoh Islam dan para ulama seperti Ketua Persaudaraan Alumni 212 Ustad. Slamet Ma’arif, Ketua Umum FPI KH A. Shobri lubis, KH Abdul Rosyid Abdullah Syafii, Ketua GNPF Ulama HM. Syekh Yusuf Martak, Sekretaris Jenderal GNPF Ulama KH. M. Al Khaththath, Munarman, Eggi Sudjana, Dra. Hj. Nurdiati Akma, Ustadz Asep Syaripudin, Ustadz Dr. Haikal Hasan, Pengurus Bang Japar, Ustadz H. Eka Jaya, Musa Marasabessy, KH. Nursasi, Muhammad Hamim, M. Rifki.

“Persatuan umat, penting dijaga di tengah terpaan isu-isu utama yang rentan memecah belah dan tren berita palsu (hoax). Concern kami terutama untuk menjaga spirit GNPF-Ulama yang berhasil mengatasi permasalahan penista agama dan mempersatukan umat,” jelas Sekjen GNPF-Ulama, Ustadz Muhammad Al Khaththath.

Untuk kepentingan itu, Ustadz Al Khaththath mengungkapkan bahwa GNPF-Ulama berencana menyelenggarakan kongres umat islam pada April 2018 di Jakarta.

“Dalam kongres tersebut, GNPF-Ulama akan menyoroti isu-isu utama yang berkembang di tahun politik yang terkait dengan kepentingan umat Islam,” jelas dia.

Adapun isi lengkap konferensi pers GNPF-Ulama adalah sebagai berikut:

  1. GNPF – Ulama memandang perlu untuk mengawal Fatwa ulama secara umum, sehingga nama GNPF MUI berubah menjadi GNPF – Ulama dan bertekad akad tetap istiqomah mengawal fatwa ulama.
  2. Untuk mengefektifkan manajemen organisasi, GNPF-Ulama menjadikan kepemimpinan GNPF-Ulama bersifat kolektif kolegial dan secara bergilir melakukan rotasi dan reposis tanpa ada pengurangan jumlah anggota pimpinan GNPF-Ulama, dan malah akan melakukan penambahan jumlah keanggotaan kepemimpinan GNPF-Ulama.
  3. GNPF-Ulama juga melihat situasi beberapa bulan terakhir ini, dengan banyaknya ulama dan ustad yang diserang oleh sekelompok “orang gila”, menyerukan agar seluruh laskar islam bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan serta secara kongkrit mendampingi para ulama dan ustad agar terhindar dari serangan fisik. Selain itu juga GNPF-Ulama menyerukan kepada laskar islam untuk menangkap dan menggali informasi dari para penyerang tersebut untuk mendapatkan kejelasan motif dan kelompok jahat dibalik skenario ini.
  4. GNPF-Ulama mendesak kepada aparat penegak hukum untuk segera bertindak melindungi ulama dan ustad dengan cara membongkar jaringan sindikat penyerang serta melakukan proses hukum dan memberikan penjagaan kepada ulama dan ustad.
  5. Terkait dengan tahun politik 2018, GNPF-Ulama menyerukan kepada seluruh umat islam untuk terus menerus melakukan konsolidasi dalam rangka mengamalkan Al Maidah 51 secara umum demi menjaga islam dari serangan musuh-musuh islam.

Demikian pernyataan pers ini, kami sampaikan semoga menjadi maklumat bagi umat islam dan masyarakat pada umumnya.

GNPF-Ulama
Ketua HM. Yusuf Martak
Sekretaris KH. M. Al-Khaththath.

(*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita