Wednesday, 24 April 2019

Divestasi Freeport Tak Kunjung Selesai, 16 Nyawa Pekerja Jadi Tumbal

Divestasi Freeport Tak Kunjung Selesai, 16 Nyawa Pekerja Jadi Tumbal

Foto: CEO Freeport Anderson Mcmoran, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri ESDM Ignasius Jonan seusai negosiasi divestasi saham Freeport. Sampai sekarang rencana divestasi belum terelaisasi (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Rencana pemerintah mengambil alih 51% saham PT Freeport Indonesia sampai sekarang belum terealisasi, namun telah memakan korban. Lokataru Foundation, lembaga advokasi hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), mengungkap 16 nyawa pekerja Freeport melayang setelah ada wacana perubahan izin ekspor dan divestasi saham.

Advokat Lokataru Nurkholis Hidayat memaparkan hal itu dalam laporan bertajuk Kondisi HAM Ribuan Pekerja Freeport Indonesia yang Melakukan Pemogokan: Diberangus dan Dikorbankan yang dirilis pada Minggu (11/3).

Ia memaparkan nyawa 16 orang pekerja itu hilang setelah tidak mendapatkan layanan dari rumah sakit karena ketidakmampuan finansial korban dan keluarganya dalam membayar biaya perawatan. Kondisi itu terjadi setelah Freeport merumahkan sejumlah pekerjanya secara sepihak dan menyetop gaji mereka pasca berseteru dengan pemerintah.

Ditambah lagi, Freeport juga menonaktifkan kepesertaaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) para pekerjanya di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Padahal, mereka masih terdaftar aktif di BPJS Kesehatan karena belum diberhentikan secara resmi,” ujar Nurkholis.

Tak cuma menghilangkan nyawa pekerjanya, Nurkholis menuding Freeport juga membuat dua orang pekerjanya melakukan bunuh diri.

Kemudian, 19 orang pekerja lainnya ditangkap saat melakukan aksi demonstrasi dan mogok pada 19 Agustus 2017 lalu. “Sampai saat ini, ada sembilan pekerja yang masih ditahan dan menjalani proses persidangan secara terpaksa,” terang dia.

Selanjutnya, lima orang pekerja ditembak saat aksi mogok dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit, serta satu orang pekerja yang hilang tak ditemukan.

Kisruh

Nurkholis melanjutkan, sebanyak 35 keluarga pekerja juga terdampak kisruh Freeport dan pemerintah. Mereka terusir dari rumah sewanya lantaran tidak menyanggupi pembayaran uang kontrakan.

“Bahkan, ada 40 anak pekerja yang terpaksa putus sekolah lantaran orang tuanya tak mampu membayar uang sekolah,” imbuhnya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)