Thursday, 25 April 2019

Buntut Larangan Cadar, Buya Gusrizal Berhenti Jadi ASN IAIN Bukittinggi

Buntut Larangan Cadar, Buya Gusrizal Berhenti Jadi ASN IAIN Bukittinggi

Foto: Surat dari Buya Gusrizal Gazahar, Ketua MUI Sumbar yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di IAIN Bukittinggi. (denni risman/swamedium)

Bukittinggi, Swamedium.com — Buya Gusrizal Gazahar, Ketua MUI Sumbar yang juga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di IAIN Bukittinggi menyatakan berhenti sebagai aparatur sipil negara (ASN) IAIN. Pengunduran diri sebagai ASN IAIN ini terkait dengan penonaktifan seorang dosen wanita yang memakai cadar oleh kampus.

Buya Gusrizal yang dikonfirmasi soal surat pengunduran diri yang diterima Swamedium.com, membenarkan surat yang ber kop Surau Buya Gusrizal itu, Kamis (22/3).

“Benar saya mundur,” tulisnya lewat pesan melalui Whatsapp kepada Swamedium.com, Kamis (22/3) petang.

Dalam surat yag ditujukan ke Rektor IAIN Bukittinggi tertanggal 22 Maret 2018, Buya Gusrizal menyebutkan keberadaan dirinya sebagai bagian civitas akademika telah membuat dirinya terhambat dalam menjalankan tugas keumatan.

“Apalagi dalam kasus cadar akhir-akhir ini, saya sudah mencermati reaksi dari beberapa pihak kampus yang tidak bisa memahami tugas-tugas saya di luar kampus. Karena itu, saya mohon maaf kalau prinsip dan sikap saya membuat ketidaknyamanan para pimpinan di IAIN Bukittinggi,” tulis Buya Gusrizal.

Dalam surat itu juga Buya Gusrizal meminta pihak rektorat memproses pengunduran dirinya itu secepatnya, karena mulai bulan April dia tidak akan aktif lagi sebagai ASN.

Seperti diketahui Buya Gusrizal termasuk salah satu dosen yang menentang penonaktifan dosen bahasa Inggris Hayati karena memakai cadar. Kemudian dengan jabatannya Ketua MUI, Buya Gusrizal membuat pernyataan di media soal kasus cadar di kampusnya. Dia meminta pihak kampus mencabut larangan itu dan mengaktifkan kembali Hayati sebagai dosen.

Menyikapi surat pengunduran diri itu, pihak IAIN Bukittinggi yang dikonfirmasi Swamedium.com, menyatakan mereka sudah menerima surat tersebut dan segera memprosesnya.

“Soal berhenti Gusrizal itu hak beliau, dan kami akan memprosesnya. Tapi sesuai undang-undang ASN, kami dari kampus tidak bisa memutuskan. Pemberhentian seorang ASN itu wewenangnya ada di Badan Kepegawaian Negara (BKN),” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr.Asyari, kepada Swamedium.com, Kamis (22/3).

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)