Sabtu, 28 November 2020

Dipanggil Penyidik Polda, Sohibul Iman Sanggah Tuduhan Fahri

Dipanggil Penyidik Polda, Sohibul Iman Sanggah Tuduhan Fahri

Jakarta, Swamedium.com – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya untuk diambil keterangannya sebagai terlapor yang dibuat Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik.

“Saya sebagai warga negara wajib menjalani proses hukum, walaupun saya ada agenda lain, saya berusaha menyempatkan hadir dalam agenda pemeriksaan ini,” ungkap Sohibul kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (29/3).

Sohibul Iman datang didampingi pengcaranya Indra. Dalam prosesnya pemeriksanan hanya berlangsung selama 30 menit.

Sementara itu, Indra menambahkan, sebagai terlapor ternyata kliennya juga menyerahkan barang bukti berupa dokumen yang menguatkan sanggahannya atas tuduhan Fahri Hamzah. Namun demikian, ia enggan menyebutkan secara rinci barang bukti yang dimaksud.

“Kita siap dengan segala bukti pembelaan, dokumen yang telah kita siapkan sedemikian rupa, kita sampaikan ke pihak penyidik,” ucapnya.

Indra melanjutkan, pemeriksaan Sohibul sengaja dipercepat karena yang bersangkutan harus menghadari agenda lainnya yang tidak bisa ditinggalkan.

“Ini kebutuhan saat ini memang seperti itu, sebenarnya Presiden PKS ada agenda padat, luar kota, tapi bentuk penghormatan beliau sebagai warga negara yang baik, beliau hadir nah kebetulan sekarang cuma 30 menit,” tuturnya.

Sekedar informasi, laporan terhadap Sohibul Iman itu dibuat Fahri pada Kamis 8 Maret atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik melalui media elektronik karena yang bersangkutan kerap menyebut Fahri Hamzah sebagai pembangkang keputusan PKS, pasca kemenangan Fahri di pengadilan.

Berkaitan dengan kasus tersebut, penyidik sudah dua kali memeriksa Fahri sebagai pelapor. Fahri mengaku telah telah cukup rinci menjelaskan kronologi soal duduk perkara kasus pencemaraan nama baik yang diduga dilakukan Sohibul.

Dalam laporan Fahri Hamzah itu, Sohibul Iman terancam dijerat Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP.

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.