Monday, 20 January 2020

Adara Relief: Tak layak membiarkan Palestina berjuang sendirian

Adara Relief: Tak layak membiarkan Palestina berjuang sendirian

Foto: Nisaa min Ajli Filistin.

Jakarta, Swamedium.com – Dua pekan sudah Pawai Kepulangan Akbar penduduk Palestina ke tanah kelahirannya telah berlangsung. Dalam aksi yang telah berlangsung 14 hari ini telah gugur 34 jiwa sebagai martir (3 diantaranya anak-anak) dan 3079 terluka (106 diantaranya kritis). Jatuhnya korban dalam Aksi Kepulangan Akbar ini tidak menyurutkan tekad warga Palestina untuk kembali ke tanah air mereka.

Gerakan yang telah berlangsung dari tanggal 30 Maret lalu dan direncanakan akan berakhir pada 15 Mei 2018 yang akan datang merupakan sebuah gerakan damai bangsa Palestina untuk mendapatkan kembali hak atas tanah kelahirannya.

Meski telah mengumumkan aksi ini merupakan aksi damai, namun Israel merasa terancam. Tentara Israel telah melukai bahkan membunuh para peserta aksi damai dengan senjata yang mematikan.

Aksi damai ini diikuti oleh segenap bangsa Palestina, perempuan, laki-laki, anak-anak, pemuda hingga orang tua.

Para perempuan memiliki peran besar terhadap keberlangsungan aksi ini. Berbagai orasi yang diberikan dari para perempuan dari berbagai lembaga, gerakan serta komunitas mampu membakar semangat juang peserta Aksi Damai Kepulangan Akbar ini.

Gerakan ini diusung untuk menuntut dua hak asasi milik penduduk Palestina. Pertama, menuntut hak para pengungsi untuk kembali ke tanah air dan mengambil hak mereka atas tanah yang dirampas Israel dengan UU Kepemilikan Tanah Tak Bertuan di tahun 1950.

Kedua, menghentikan blokade terhadap Jalur Gaza yang telah berlangsung sejak tahun 2006. Akibat blokade yang telah berlangsung 12 tahun lamanya tersebut, separuh penduduk Gaza menganggur, akibatnya tingkat kemiskinan mencapai angka 65 persen. Jalur Gaza juga mengalami kelebihan populasi hingga mencapai 5500 penduduk untuk setiap satu kilometer persegi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.