Tuesday, 18 June 2019

Kebencian Sukmawati dan Islamnya Umar bin Khaththab

Kebencian Sukmawati dan Islamnya Umar bin Khaththab

Salamun. (ist)

Oleh: Salamun*

Bandarlampung, Swamedium.com – Puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dibacakan di ajang Indonesia Fashion Week 2018 dan beredar viral di dunia maya, sangat menyita perhatian publik. Diantara bait pusinya ialah: “Aku tak tahu Syariat Islam, Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah, Lebih cantik dari cadar dirimu…”

Tidak tanggung-tanggung, Sukmawati bahkan mengulang kalimat ”Aku tak tahu Syariat Islam” dalam bait selanjutnya, ”Aku tak tahu syariat Islam, Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok, Lebih merdu dari alunan azan mu…”(Republika online, Selasa, 3 April 2018).

Puisi tersebut menurut paus sastra Lampung Isbedy Stiawan ZS sebagai gamblang sehingga tak perlu tafsir yang multidimensi. “Ya seperti satir yang mencemooh kukira”. (lampung.rilis.id, 3 April 2018).

Mengulang kalimat tentu bermaksud –atau setidaknya dapat dimaknai –untuk menegaskan ungkapan yang dianggap penting. Kalimat “Aku tak tahu syariat Islam” menegaskan tentang adanya jarak bahkan dinding pemisah antara Sukmawati dengan syariat Islam. Dan yang tidak boleh kita lakukan dalam hidup ini ialah membandingkan sesuatu dengan sesuatu yang tidak kita ketahui (ilmunya).

Jika Sukmawati seorang Muslimah, maka hendaklah ia bertobat. Jika non muslim, maka hendaknya lebih bersikap toleran. Namun, jika bukan keduanya, maka engkau (Sukmawati) dan kami bahkan kita adalah anak Bangsa Indonesia yang ber-Pancasila dimana kita semua adalah pewaris perjuangan para pendiri Bangsa ini yang notabene satu di antaranya ialah Soekarno yang ia adalah orangtuamu.

Soekarno dengan pengalaman spiritual yang baik, tergambar dari kedekatannya dengan para ulama dan perhatiannya tehadap dunia Islam. Seharusnya, kita semua dan tentu saja termasuk kalian, para putra putrinya, berusaha meneladaninya.

Tidak ada sepenggal makna dari untaian kebenaran universal milik Bangsa Indonesia yang diwariskan oleh para Pendiri Bangsa kepada kita ialah Pancasila yang dapat kalian jadikan argumentasi pembenaran membuat sebuah karya untuk menebar kebencian dan permusuhan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)