Monday, 26 August 2019

Kebencian Sukmawati dan Islamnya Umar bin Khaththab

Kebencian Sukmawati dan Islamnya Umar bin Khaththab

Salamun. (ist)

Mengingkari syariat Islam sejatinya sama dengan mengingkari keberadaan kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. Islam diturunkan untuk manusia satu paket dengan diciptakannya nenek moyang kita Nabi Adam AS dimana Baginda Rasulullah Muhammad SAW adalah penutup para Nabi untuk menyempurnakan rangkaian risalah Islam yang diturunkan kepada para nabi-Nya.

Dan risalah Islam yang disampaikan melalui Baginda Rasulullah SAW adalah edisi terahir yang paripurna dan telah mencukupi bagi kita sekalian.(lihat QS.5.al-Maidah:3).

Islam bukanlah seperangkat pengetahuan yang hanya sekedar untuk diketahui. Islam adalah sebuah sistem tata kehidupan yang komprehenship dan integral bagi ummat manusia bahkan seluruh tata kosmos kehidupan.

Sebagai sebuah sistem maka akan dapat dirasakan dan bermanfaat ketika ia dijadikan pedoman dan dilaksanakan (applied) dalam kehidupan sehari-hari. Jika seseorang berhenti sampai kepada mengetahui Islam saja maka dia adalah sebatas islamolog.

Siapa saja yang bersungguh-sungguh menjemput hidayah Insya Allah akan mendapatkannya. Umar bin Khaththab sebelum memeluk Islam dengan amarah yang menggelegak dan menghunus pedang mencari adik perempuan dan iparnya yang dikabarkan telah memeluk Islam.

Dikisahkan bahwa sang adik perempuan yang berlumuran darah karena ditampar Umar tersebut menasehati agar Umar yang nampaknya tertarik dengan bacaan Alquran untuk mensucikan diri dengan mandi baru diperbolehkan membaca mushaf Alquran (Surat Thaha).

Pada akhirnya Umar diberikan hidayah oleh Allah SWT dan minta dipertemukan dengan Rasulullah SAW serta ber-Islam. Sebagaimana kita ketahui Sahabat Umar bin Khaththab ra menjadi satu diantara para sahabat Rasulullah SAW yang sangat disegani dan menjadi khalifah yang tegas, adil, dan bijaksana.

Saya nukilkan kisah ini tidak ada pretensi apapun kecuali ingin menceritakan sebuah perjalanan seorang hamba menjemput dan diberikan hidayah yang sungguh-sungguh hanya merupakan otoritas Allah SWT (lihat QS.28.Al-Qasas:56).

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)