Wednesday, 22 May 2019

Pasangan Nur-Firdaus Unggul di Media Sosial dan Online

Pasangan Nur-Firdaus Unggul di Media Sosial dan Online

Paslon Cawalkot Bekasi, Nur Supriyanto-Adhy Firdaus. (ist)

Bekasi, Swamedium.com – Pemilihan kepala daerah di Kota Bekasi menunjukkan tanda pergeseran signifikan. Faktor media sosial mempengaruhi sikap pemilih secara umum, terutama di kalangan pemilih muda (22-30 tahun) dan pemilih pemula (17-21 tahun).

Hal itu diungkapkan Direktur Center for Indonesian Reform (CIR), Sapto Waluyo, yang menanggapi hasil analisis terhadap percakapan di media sosial dan pemberitaan di media online.

Lembaga Kajian Strategi dan Pembangunan (LKSP) melakukan analisis data media sosial dan media online terkait Pilkada Bekasi selama periode 9 – 16 April 2018. Dari proses crawling dan tracking data terlacak sedikitnya 1,21 juta netizen terlibat dalam percakapan dan interaksi tentang Pilkada Bekasi. Ternyata pasangan Nur Supriyanto-Adhy Firdaus menjangkau (reach) sekitar 1,01 juta netizen (83,34 persen). Sementara pasangan  Rahmat Effendi-Tri Adhianto hanya menjangkau 201.010 (16,65 persen) netizen.

Pasangan Nur-Firdaus yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Gerindra memang berpenampilan lebih adaptif dan aspiratif, sesuai dengan gaya generasi millennial. Dibandingkan dengan pasangan Pepen-Tri yang bergaya birokrat, meski didukung partai besar (Golkar, PDIP, Nasdem, Demokrat, dll). Contohnya saat acara Ngopi (Ngobrol Asyik Perkara Politik) bersama kaum muda lintas kelompok di Kafe Kedubes Bekasi, kawasan Fit n Food Jatikramat (13/4), Nur Supriyanto tampil stylish merespon semua pertanyaan dan kegalauan kaum muda Bekasi.

“Program yang ditawarkan Nur-Firdaus sangat relevan dengan kebutuhan kaum muda, karena akan membangun coworking space sebagai pusat pengembangan kreativitas dan inovasi. Program Planet Kreatif Bekasi merupakan jawaban tepat untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Bekasi yang tercatat 110.000 orang,” jelas Sapto.

Selain pendirian pusat kreativitas, Nur Supriyanto juga meluncurkan Kartu Pasti Kerja (KPK), yakni pendataan potensi tenaga kerja dan penyaluran kepada peluang kerja yang tersedia. “Saya sudah kontak sedikitnya 50 perusahaan yang siap bekerjasama untuk mendukung program KPK. Selain itu, kita berkolaborasi dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk mengembangkan OK OCE di kota Bekasi,” ungkap Nur yang pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)