Kamis, 05 Agustus 2021

Kupas Tuntas ala Fadli Zon dalam Indonesia Leaders Forum

Kupas Tuntas ala Fadli Zon dalam Indonesia Leaders Forum

Oleh : Dimas Akbar*

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com — Kamis, 26 April 2018 lalu telah dilangsungkan sebuah forum diskusi strategis bernama Indonesia Leaders Forum yang digagas oleh salah satu ulama terkemuka yaitu Ustadz Bachtiar Nasir.

Forum ini mengambil tema ”Sejarah Pergerakan Islam & Masa Depan Bangsa”. Dan forum ini menghadirkan narasumber sekelas tokoh – tokoh nasional seperti Gubernur DKI Anies Baswedan, Wakil Ketua DPR RI Dr Fadli Zon, Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar, serta Ustadz Anis Matta.

Beruntung penulis bisa turut hadir di forum ini menyertai Wakil Ketua DPR RI Dr Fadli Zon sehingga penulis akan menyampaikan beberapa hal yang disampaikan beliau pada kesempatan tersebut. Perlu diketahui bahwa penulis terbiasa memanggil Fadli Zon dengan sebutan “bang Fadli” sehingga dalam tulisan ini penulis juga akan menggunakan kebiasaan tersebut.

Alur diskusi forum ini berawal dari sejarah, kemudian apa yang terjadi hari ini, serta apa yang harus dilakukan kedepannya. Bang Fadli mengawali narasi nya dengan lugas, yaitu salah satu masalah utama yang ada saat ini karena adanya sebuah kekuasaan/rezim yang tidak mengerti masa lalu. Orang yang tidak mengerti masa lalu maka tidak akan mengerti masa kini, orang yang tidak mengerti masa kini maka tidak akan mengerti bagaimana merancang masa depan.

Kemudian bang Fadli mulai menarik mundur kedalam perjalan sejarah bahwa gerakan nasionalisme di Indonesia dipelopori oleh Islam dan diakui oleh sejarawan Barat, sehingga jika ada kekuasaan/rezim yang melihat umat Islam sebagai ancaman bahkan dianggap akan menjatuhkan NKRI, maka dipastikan orang tersebut tidak mengerti sejarah.

Padahal Islam memegang peranan penting dalam prosesi lahirnya NKRI, dimulai dari Mosi Integral M. Natsir sebagai ketua Fraksi Masyumi, dan kemudian banyak terlibat didalam proses pembuatan UUD 1945 serta Pancasila.

Yang terjadi saat ini seperti ada pihak yang tidak mengerti sejarah lalu seolah ingin belajar lagi, seolah ingin membuat wacana baru dan ber ijtihad dengan cara baru, padahal sebetulnya sudah lapuk dan basi. Persoalan kebhinnekaan sudah selesai 90 tahun yg lalu melalui sumpah pemuda. Persoalan persatuan dan kesatuan juga sudah selesai bahkan dikokohkan kembali oleh M. Natsir melalui Mosi integral. Jadi tidak ada Islam ancaman bagi disintegrasi, justru Islam menjadi perekat integrasi nasional.

Kemudian bang Fadli mulai mengubah alur narasi kedalam kondisi saat ini. Terlihat jelas yang terjadi saat ini adalah suatu rezim yg tidak mengerti sejarah & bagaimana menempatkan umat Islam sehingga timbul kriminalisasi, penistaan terhadap agama, perppu ormas, diskriminasi pemberantasan hoax, dan lain- lain.

Padahal umat islam di Indonesia adalah yang paling toleran di dunia, ironisnya penerimaan terhadap umat Islam tidak ter refleksi sebagaimana mestinya, sehingga seolah dibuat tidak nyaman dan diperlakukan tidak adil. Belum lagi persoalan kemiskinan dimana persoalan ini justru menimpa mayoritas umat Islam.

Saat ini terjadi ketimpangan yang luar biasa, ada empat orang Indonesia terkaya bisa lebih kaya dari seratus juta orang lainnya, ini jelas ketimpangan yang luar biasa. Sehingga umat Islam walaupun dalam konfigurasinya adalah mayoritas tapi sejatinya terasa minoritas. Terjadinya ketidakadilan tidak akan mencapai suatu keamanan. Padahal keamanan itu prasyaratnya adalah keadilan.

Dan akhirnya bang Fadli mulai masuk kepada narasi tentang apa yang harus dilakukan kedepannya. Bang Fadli menekankan dari persoalan kepemimpinan. Pemimpin adalah orang yang menunjukkan jalan dan membawa sebuah transformasi dari kondisi A kedalam kondisi B.

Ditangan pemimpin yang lemah, berbagai macam perbedaan akan menjadi ancaman, akan tetapi ditangan pemimpin yang kuat dan si pemimpin mengerti seluk beluk masyarakatnya maka perbedaan – perbedaan itu akan menjadi kekuatan.

Intinya jika pemimpin lemah maka kita pasti menuju pada kebangkrutan, bukan kebangkitan. Dan sekarang kita berada didalam situasi persimpangan menuju kebangkitan atau kebangkrutan, kalau kita salah lagi memilih pemimpin di tahun 2019 pasti kita menuju kebangkrutan, hal ini tercermin dari jumlah utang luar negeri saat ini yang sudah luar biasa, rupiah pun semakin melemah, tidak ada lagi confident pada perekonomian kita, sehingga kita memang harus ganti presiden.

Jika presiden tidak diganti tentu Indonesia akan menuju pada kebangkrutan bahkan kehancuran karena dia tidak mengerti apa yang dia lakukan, bahkan tidak membaca apa yang dia tanda tangani.

Sungguh menarik menyimak penyampaian bang Fadli Zon pada Indonesia Leaders Forum karena ia mengawali pemaparan dari perjalanan sejarah, kemudian kondisi yang terjadi saat ini, dan diakhiri dengan langkah kedepannya yaitu #GantiPresiden2019.

Demikian beberapa poin penyampaian bang Fadli Zon yang dapat penulis tuangkan pada kesempatan ini. Penulis bersyukur bisa turut serta dalam forum diskusi strategis seperti Indonesia Leaders Forum. Besar harapan dari penulis agar tahun 2019 Indonesia memiliki pemimpin baru yang dapat membawa negeri ini keluar dari kompleksitas persoalan menuju kemajuan, kesejahteraan, keadilan, serta kewibawaan. (*/ls)

*Penulis adalah Pegiat Media Sosial

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita