Kamis, 05 Agustus 2021

Semoga Debat Soal Dana Haji untuk Infrastruktur juga Terlaksana

Semoga Debat Soal Dana Haji untuk Infrastruktur juga Terlaksana

Salamuddin Daeng

Oleh: Salamuddin Daeng*

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com – Debat soal utang pemerintah yang menggunung dan debat soal mengapa dana haji dipakai oleh pemerintah semoga segera terlaksana.

Selain debat soal utang pemerintah yang menggunung, mohon Pak Jokowi perintahkan Sri Mulyani untuk mengumpulkan argumentasi mengapa dana haji dipakai oleh pemerintah.

Berikut ini saya sajikan data penggunaan dana haji oleh pemerintahan untuk pembangunan infrastruktur. Data ini saya ambil dari sumber aslinya di website pemerintah Indonesia yang disajikan dalam bahasa Inggris. Mengapa saya sajikan di sini, karena di website pemerintah data ini sudah tidak ada lagi.

Tahun 2013
Ministry of Transportation (IDR800 billion) Double Track Railways (Cirebon-Kroya),

Tahun 2014
Ministry of Transportation (IDR1.371 trillion), Double Track Railways (Cirebon-Kroya), Double Double Track Railways (Manggarai �” Jatinegara) dan Double Track Railways (Jatinegara-Bekasi).

Ministry of Religious Affairs (IDR200 billion): Revitalization and Development of Hajj Dormitory (Medan, Padang, Jakarta & Balikpapan)

Tahun 2015
Ministry of Transportation (IDR2.92 trillion): Elevated Track Railways (Medan-Kualanamu), Double Track Railways (Martapura-Baturaja & Cirebon-Kroya), Railways facilities (Manggarai-Jatinegara & Jatinegara-Bekasi).

Ministry of Public Works & Housing (IDR3.51 trillion): Roads and bridges development (Sumatera, Jawa, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku & Papua).

Ministry of Religious Affairs (IDR675 billion): Revitalization and Development of Hajj Dormitory (8 locations), Development/rehabilitation of Religious Affairs Office (19 KUA) üDevelopment of the State Islamic Higher Education building and facilities (7 PTKIN).

Tahun 2016
Ministry of Transportation (IDR4.983 trillion): Elevated & Double Track Railways (Jabodetabek, Central Java, East Java & Sumatera). Ministry of Public Works & Housing (IDR7.226 trillion): Roads, flyover/underpass/ tunnel & bridges development (Sumatera, Java, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku & Papua).

Ministry of Religious Affairs (IDR1.468 trillion): Revitalization and Development of Hajj Dormitory (7 locations), Development/rehabilitation of Religious Affairs Of6ice (181 KUA), Development of the State Islamic Higher Education building and facilities (25 PTKIN).

Tahun 2017
Ministry of Transportation (IDR7.543 trillion): Elevated & Double Track Railways (Jabodetabek, Central Java, East Java, Sumatera & Sulawesi).

Ministry of Public Works & Housing (IDR7.429 trillion): Roads, flyover/underpass/ tunnel & bridges development (Sumatera, Java, NTB, Kalimantan, Sulawesi, Maluku & Papua), Flood and lava control, management of urban main drainage and coastline security, management of dams, embung, and other water containers buildings, raw water supply and management.

Ministry of Religious Affairs (IDR1.792 trillion): Revitalization and Development of Hajj Dormitory (11 locations), Development/rehabilitation of Religious Affairs Of6ice (256 KUA), Development of the State Islamic Higher Education building and facilities (32 PTKIN).

Mohon Pak Jokowi buat lagi petisi untuk rakyat, barang siapa yang menyoal penggunaan dana haji oleh pemerintah agar debat dengan Sri Mulyani. Barangkali Sri Mulyani bisa mempercepat panggilan ke Tanah Suci bagi calon jamaah haji terutama yang sudah uzur termakan usia dan tengah menunggu bisa berangkat haji namun panggilan tak kunjung datang.

Mudah-mudahan setelah selesai debat nanti pemerintah bisa dapat utang yang banyak sehingga tidak lagi memakai dana haji lagi untuk membangun infrastruktur. (*/ls)

*Penulis adalah peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita