Kamis, 05 Agustus 2021

‘Ngeyel’, Panitia Untukmu Indonesia: Korban bukan meninggal karena berdesakan

‘Ngeyel’, Panitia Untukmu Indonesia: Korban bukan meninggal karena berdesakan

Warga berebut sembako gratis dalam acara Untukmu Indonesia di Monas, Sabtu (28/4).

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Panitia ‘Untukmu Indonesia’ Dave Santosa masih ‘ngeyel’ dengan membantah bahwa penyebab meninggalnya dua anak saat acara di Monas lantaran berdesakan mengantre sembako. Dari hasil evaluasi panitia, Dave mengatakan tak menerima laporan terjadinya desak-desakan atau bahkan ada keributan saat acara.

Banner Iklan Swamedium

“Tidak ada laporan mengenai hal itu apalagi diinjak-injak, itu fitnah. Kedua anak (yang meninggal) ini, yang saya dengar loh, itu memang sudah dalam keadaan sakit sebelumnya. Mereka mungkin kepanasan, mungkin,” kata dia saat dihubungi, Selasa (1/5).

Dave meyakini meninggalnya dua anak tidak terjadi saat pembagian sembako. Sebab, kata dia, jika terjadi insiden terkait keselamatan saat pembagian sembako, pasti ada laporan dari tim medis.

Karena itu, Dave memastikan penyebab meninggalnya dua bocah tersebut bukan karena antre sembako. “Kami pastikan tidak (karena antre sembako). Karena gini, tenaga medis juga banyak sekali pada saat itu. Semua kejadian pasti kami antisipasi cepat,” ujar dia.

Namun, Dave menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian terkait penyebab meninggalnya dua bocah itu. Ia meyakini polisi profesional mengusut penyebab meninggalnya dua anak tersebut.

Kendati demikian, Dave mengatakan, panitia telah bertemu dengan pihak keluarga korban. “Apapun juga kami sebagai panitia kami sudah bilang kami bertanggung jawab. Kami tidak mendahului investigasi kepolisian. Maksudnya, benar itu korban atau bukan, kami panitia beritikad baik segera menghubungi dulu sambil menunggu investigasi kepolisian,” ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sandiaga Uno menyesalkan kegiatan ‘Untukmu Indonesia’ yang berimbas terhadap meninggalnya dua korban. Korban meninggal adalah warga Pademangan, Jakarta Utara dan keduanya masih berusia anak-anak.

Korban berinisial MJ yang berusia 12 tahun, sedangkan RS (sebelumnya tertulis AR) berusia 10 tahun. Keduanya warga Pademangan yang harus kehilangan nyawa karena berdesak-desakan. (*/ls)

Sumber: Republika

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita