Kamis, 05 Agustus 2021

Saya kok Optimis dengan Indonesia, Bagaimana Anda?

Saya kok Optimis dengan Indonesia, Bagaimana Anda?

Foto: Widhyanto Muttaqien di depan kedai kopi miliknya. (Facebook)

Oleh: Widhyanto Muttaqien*

Banner Iklan Swamedium

Bogor, Swamedium.com – Saya kok optimis dalam perkembangan demokrasi di Indonesia, yang berkelahi sekarang teruslah berkelahi sampai donornya kehabisan uang dan buang badan.

Saya optimis juga dengan perkembangan Islam, tentu tidak sampai bilang akan ada kaum ateis baru -kaum ateis tidak hadir karena politik praktis- mereka hadir karena rasionalisme dan positivis dalam memandang dunia.

Saya juga optimis dengan kawan-kawan saya yang sedang bertarung berebut kekuasaan. Sebab warung kopi masih buka, mulai dari yang paling ekspansif seperti Starbuck sebagai market leader di coffee house yang menjadi ikon globalisasi disamping Mc D (kalau tidak salah Starbuck pernah ditolak di kota kecil Kanada, karena kehadirannya mengganggu keberlangsungan kedai kopi lokal).

Saya juga optimis bahasa ustadz Somad semakin lincah dalam mengemas persoalan halal dan haram dan siyasah. Saya juga optimis dengan perdebatan publik baik yang tua bangka sampai anak baru belajar membaca akan berlangsung setara, toh demokrasi kita butuh pendewasaan, di Amerika (kita sering menghadap kesana) yang 200 tahun lebih umur demokrasinya juga mengalami pasang surut, sekarang dianggap sebagai era paling konservatif.

Saya juga optimis memandang Islam – Politik yang bermacam-macam wajahnya, tidak elok menyeragamkan wajah yang beragam – terlebih mata Anda adalah mata intelektual. Saya optimis dengan adaptasi peran Islam dari yang konservatif ke liberal progresif jika itu dianggap sebuah kontinum. Memandangnya harus dengan emik, karena ilmu sosial juga punya bias metodologi dan konsep dalam membangun Islam sebagai sesuatu yang dinamis dan terbuka, di lain pihak Islam memiliki juga kemapanan (ortodoksi) dalam mempertahankan sejarah dan identitasnya (yang berbeda-beda di tiap ruang hidupnya).

Di bulan Syaban ini saya kok optimis sebagian besar arus utama umat Islam sedang membersihkan hatinya dalam persiapan Ramadhan, sehingga sebagian besar akan menjaga lisan dan perbuatannya. Saya pun optimis terhadap kawan-kawan yang tidak pernah talim dan tabligh tentang syiar Islam tapi masih peduli tentang keberlangsungan Islam sebagai agama sipil yang mengatur perihal bernegara, karena dalam Islam lengkap aturannya.

Saya optimis, semoga Anda juga. Seperti pada semua arena, tentu modal pengetahuan hanya salah satu modal untuk nyemplung ke dalamnya. Ada modal lain, dan habituasi atau proses mengalami aktivisme syiar Islam untuk memudahkan Anda kaum intelektual muslim (artinya yang ber-KTP Islam) menyelami Islam sebagaimana adanya, sebagai yang ‘bukan itu’, memisahkannya dari konsep atau kategori di luar Islam (jangan mendesaknya masuk). (*/ls)

*Penulis adalah penikmat kopi dan puisi

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita