Kamis, 05 Agustus 2021

Terungkap! NPCI Jabar Palak Atlet Paralympic untuk Ikut Asian Paragames

Terungkap! NPCI Jabar Palak Atlet Paralympic untuk Ikut Asian Paragames

DPRD Jawa Barat gelar public hearing dengan atlet paralympic. (Ariesmen/swamedium)

Bandung, Swamedium.com – Bonus berupa uang yang diberikan Pemprov Jabar lewat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk official dan atlet penyandang cacat (Paralympic) berprestasi menyisakan masalah. Bonus tersebut ternyata ‘dipalak’ Nasional Paralympic Commitee of Indonesia (NPCI) Jawa Barat.

Banner Iklan Swamedium

Atlet paralympic peraih meraih medali emas pada ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV Jabar 2016 lalu, gagal masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Paragames 2018.

Atlet tidak masuk pelatnas, karena tidak mau memberikan 25 persen bonus yang telah diterimanya dari Pemprov Jabar kepada NPCI Jabar.

Kadispora Jabar Yudha Munajat Saputra mengatakan tidak tahu menahu masalah pemotongan, laporannya memang ada tetapi belum rinci.

“Kami tidak tahu menahu ada pemotongan seperti itu, jadi bukan sepengetahuan pemerintah, tidak sama sekali,” katanya saat hearing Komisi V DPRD Jabar dengan atlet penyandang cacat berprestasi serta kuasa hukumnya, Senin (30/4).

Dijelaskan Yudha, Pemprov Jabar lewat Dispora memberikan penghargaan karena NPCI Jabar dinilai berhasil meraih prestasi terbaik, menjadi juara umum dan satu hal lagi bisa mengawinkan Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan Pagelaran Pekan Paralympic Nasional (Pepernas).

“Belum pernah ada dalam sejarah Jawa Barat, makanya kami sangat bersyukur, lalu memberikan penghargaan, bagi insan olahraga yang sudah berprestasi bagi Jawa Barat,” katanya.

Bonus dan penghargaan tersebut, kata Yudha, diberikan kepada mereka yang mendapatkan prestasi, baik yang mendapatkan medali ataupun tidak. Baik atlet maupun pelatih.

“Bonus tidak cash, tetapi lewat Bank Jabar,” tegasnya.

Setelah uang dikirimkan ke atlet berprestasi yang dimaksud, Dispora Jabar tidak tahu menahu digunakan untuk apa uang itu. Itu urusan pribadi atlet.

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Yomanius Untung, pimpinan hearing, mengatakan, jelas sudah dikatakan Kasidpora bahwa pemerintah tidak turut serta melakukan pemotongan.

“Tentu kita ingin solusi, kalau tidak ini akan menjadi bola salju. NPCI Jabar juga sudah menyampaikan bahwa pemotongan itu, perintah dari NPCI pusat,” katanya.

Dengan adanya pengakuan dari NPCI Jabar itu, bisa dipastikan atlet yang tidak taat perintah NPCI pusat, ‘dimatikan’ kariernya. Maksudnya, peraih medali emas, tidak akan diusulkan menjadi atlet Pelatnas Asian para Games.

“Sehingga ini menjadi persoalan, ternyata yang menjadi atlet Pelatnas juga musti nyogok, dan itu diakui oleh Ketua NPCI Jabar,” ujarnya.

Untuk itu, persoalan ini harus dibereskan dari Jabar dahulu. Prestasi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), yang sudah mendapatkan prestasi tertinggi Parasamya Purna Karya bisa ternoda.

“Ini harus clear, atlet yang sudah dimatikan harus dihidupkan lagi. Ini harus diperjuangkan Kadispora. Kalau peraih medali emas Pepernas tidak diikutkan dalam Pelatnas Asien para Games, yang rugi Jawa Barat yang sudah membiayai gede. Udah dikasih bonus lagi,” katanya. (Ris)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita