Rabu, 04 Agustus 2021

Menuju Islah DPP Bakomubin

Menuju Islah DPP Bakomubin

Jakarta, Swamedium.com — Konflik internal di tubuh Badan Koordinasi Muballigh Indonesia (Bakomubin) terkait dualisme kepemimpinan organisasi yg telah berusia 22 tahun tersebut spertinya masih panjang. Akibat dualisme kepemimpinan pusat antara Dr. Ali mochtar ngabalin dan Prof Dr. Dedi Ismatullah membuat kalangan internal di daerah menjadi risau.

Banner Iklan Swamedium

“Kita hingga saat ini belum bisa melakukan program apapun didaerah menggunakan Bakomubin karena pengurus pusat masih dualisme, semoga Bakomubin pusat segera bersatu agar tidak membingungkan,” kata Ketua DPW Bakomubin Bali, KH. Ketut Jamal melalui ponselnya, Sabtu (12/5) malam.

Sementara Wakil Ketua Umum DPP Bakomubin Fauzan Zakaria juga ikut menanggapi persoalan tersebut.

“Saat ini Bakomubin baik secara defacto maupun secara dejure ada dua, Bakomubin pimpinan Dedi Ismatillah ada pengurusnya dan ada SK Menkumhamnya, begitu juga Bakomubin pimpinan Ali Mochtar Ngabalin memiliki kepengurusan dan SK Menkumham dan Mendagri. Maka jelas Bakomubin itu pecah. Solusinya tidak ada yang lebih baik kecuali Islah dan bersatu kembali, jangan sampai ummat Islam Indonesia yang lagi semangat untuk bangkit diberbagai bidang justru kecewa mlihat perpecahan di DPP Bakomubin yang seharusnya memberikan ketauladanan bagi ummat, masing masing duduk kembali bermusyawarah dan berjiwa besar,” papar Fauzan.

Fauzan menambahkan bahwa dirinya telah membuka dialog dengan semua pihak di Bakomubin.

“Sebagian besar dewan pengurus pusat yang sudah saya jumpai menyarankan untuk segera islah agar organisasi menjadi produktif kembali, sebagaimana juga beberapa Majelis Syuro seperti TGB Zainul Majdi yang juga Gubernur NTB itu beberapa kali menyatakan pendapatnya agar pengurus DPP segera islah, KH Buchori dan KH Iswadi Idris yang juga anggota Majelis Syuro semua memiliki pendapat dan arahan yang sama dan sudah sangat jelas,” tuturnya.

Bahkan Ketua Dewan Pakar Bakomubin Dr. Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR RI dalam pertemuan diruang kerjanya beberapa waktu lalu, memberikan arahan yang cukup terang agar perselisihan dualisme Bakomubin segera di akhiri dengan pola Islah. “Kalau sudah begitu apalagi yang kita tunggu,” kata Fauzan.

Sekretaris Bakomubin Aceh, Tengku Zulkhairi jug la turut menyatakan sikapnya.

“Sikap kami di Aceh sangat jelas, tidak adanya Bakomubin di Aceh lebih baik daripada ada tapi mentransfer perpecahan dikalangan muballigh di Aceh, seharusnya DPP membrikan contoh yang baik kepada pengurus daerah,” tandasnya.

Sementara itu M. Harry Naldi selaku ketua DPP Bidang Humas Infokom mengatakan, para Majelis Syuro dan mayoritas pengurus DPP bersama DPW se-Indonesia yang setuju Gerakan Islah dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Forum Islah Bakomubin.

Forum tersebut akan memediasi kedua belah pihak untuk duduk bersama dan merumuskan bagaimana agar Bakomubin kembali menjadi satu dan menjadi Rumah Besar bagi para Muballigh untuk memberikan pencerahan kepada Ummat dan bangsa dengan Taushiyah Kebangsaan dan program nyata keummatan.

“Seperti apa mekanisme penyatuan kedua kubu yang sama sama mendapat pengakuan resmi Menkumham bisa kita bicarakan, apakah dengan silaturahim Nasional atau perlu di selenggarakan Munas Luar Biasa untuk konsolidasi dan penyatuan kedua belah pihak,” ujar Naldi.

“Saya yakin, dengan hati yang bersih dan mengedepankan kepentingan umat lebih luas kedua belah pihak bersedia menyambut Gerakan Ishlah ini,” ujar Wakil Ketua Umum DPP Bakomubin, Hj Syarifah Balqis Al Qadrie. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita