Rabu, 12 Agustus 2020

Romo Syafii: Aksi teror terjadi akibat ketidakprofesionalan Polri

Romo Syafii: Aksi teror terjadi akibat ketidakprofesionalan Polri

Foto :Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Muhammad Syafii (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi III Fraksi Partai Gerindra, Raden Muhammad Syafii (Romo) mengucapkan keprihatinan yang sangat mendalam atas aksi terorisme yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok beberapa waktu lalu, dan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur pada Ahad (13/5) pagi.

Terdapat dua bentuk keprihatinan yang saat ini dirasakan oleh Raden Muhammad Syafii. Pertama, banyak korban jiwa, baik dari masyarakat sipil maupun dari aparat kepolisian yang direnggut dalam dua peristiwa itu.

“Pertama keprihatinan saya, seharusnya peristiwa itu tidak terjadi, karena telah menelan korban jiwa rakyat
Indonesia yang sebagiannya justru adalah personil kepolisian. Ternyata masih ada saja manusia biadab yang kemudian melakukan tindakan-tindakan yang merugikan bangsa dan negara Republik Indonesia,” katanya.

Kemudian yang kedua, Raden Muhammad Syafii prihatin, peristiwa itu justru terjadi di tempat-tempat yang secara yuridiksi berada dalam pengawasan dan penjagaan aparat kepolisian.

“Rutan Mako Brimob itu berada di tempat yang aman, karena saya pernah kesana. Dengan jeruji besi yang kuat di bawah pengawalan aparat kepolisian yang ketat. Tamu-tamu yang boleh mengunjungi warga binaan itu diseleksi dengan sangat ketat. Bahkan saking ketatnya
makanan yang dibawa para tamu tidak boleh disampaikan kepada warga binaan. Tapi peristiwa kerusuhan itu terjadi, logika akal sehat saya tidak bisa mencari penyebab lain kecuali karena kelalaian atau ketidakprofesionalan polisi itu sendiri,” ungkapnya.

“Kemudian peristiwa berikutnya adalah di tiga Gereja di Surabaya. Seluruh warga di RI mengetahui bahwa satu-satunya rumah ibadah yang dijaga aparat kepolisian itu adalah Gereja, bukan Masjid, bukan Vihara. Tentu ini dilakukan untuk memberi rasa aman kepada warga Kristiani melaksanakan ibadah di dalam Gereja,” tambahnya.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.