Rabu, 04 Agustus 2021

Kontroversi Daftar Mubaligh Rekomendasi Kemenag

Kontroversi Daftar Mubaligh Rekomendasi Kemenag

Foto: Menteri Agama Lukman Saifudin. (Iqlima/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com —‎Kementerian Agama merilis daftar 200 mubaligh atau juru dakwah yang masuk dalam kategori penceramah moderat.

Banner Iklan Swamedium

Namun daftar yang dirilis Kemenag itu mengundang kontroversi di masyarakat.

Seorang praktisi hukum, Achmad Supyadi mempertanyakan dasar hukum yang digunakan Kemenag dalam penyusunan daftar tersebut.

“Saya mau tanya kepada Menteri Agama / siapapun yang mewakili Menteri Agama tentang Dasar hukumnya Kementerian Agama membuat daftar nama mubaligh/penceramah Islam Indonesia seperti ini apa? acuan yuridisnya di pasal berapa? Undang² No. Berapa? tahun berapa?,” tulis Supyadi melalui akun Twitternya, Sabtu (19/5).

Tak hanya itu, wartawan senior, Effendi juga merasa heran dengan nama-nama mubaligh yang masuk dalam daftar tersebut. Disebutnya, salah satu mubaligh adalah pendukung Jokowi dan Ahok yang kerap nyinyir terhadap ulama-ulama yang aktif di ABI (Aksi Bela Islam).

“Helmy Hidayat nomor 86 ini Jokower dan Ahokers kelas berat. Sila cek status-status FB-nya. Gagal nyaleg dari PDIP. Ini teman sekelas @lukmansaifuddin di Gontor. Status-statusnya amat nyinyir ke kawan-kawan dan ulama yang aktif ikut ABI. Masuk tiga kriteria Menag? Duhh,” ujar Effendi yang menyebut nama Menag dalam cuitannya, Sabtu (19/5).

Sementara praktisi pendidikan, Ipoel Simatupang, mengatakan daftar mubaligh itu dinilai telah mengotak-kotakkan dai, sebab kriteria yang digunakan Kemenag menurutnya, tidak jelas.

“Ustadz Abdul Shomat dan Ustadz Adi Hidayat tidak ada dalam daftar. Kemenag sudah mengkotak2 dai sesuai versinya sendiri. Tadi ada yang bilang, ada dai yang tidak kompeten masuk disitu,” kata Ipoel lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (19/5).

Menteri Agama Lukman Hakim menjelaskan, 200 mubaligh tersebut dirilis untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan penceramah, dimana beberapa hari terakhir ini banyak pihak bertanya ke Kemenag terkait penceramah yang baik.

“Oleh karenanya kami meminta informasi dari sejumlah ormas Islam, meminta informasi dari sejumlah masjid-masjid besar dan ke beberapa tokoh-tokoh ulama, kiai, pemuka agama Islam, kemudian kami menghimpun dan tahap pertama baru 200 daftar itulah,” ujar Lukman di komplek Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/5). (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita