Kamis, 05 Agustus 2021

List Kemenag dan Ormas Tukang Label

List Kemenag dan Ormas Tukang Label

Herriy Cahyadi (FB)

Oleh: Herriy Cahyadi*

Banner Iklan Swamedium

Istanbul, Swamedium.com – Pada dasarnya saya setuju Kementrian Agama (Kemenag) mengeluarkan list mubaligh. Tapi sumbernya harus dari masyarakat, bukan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas). Kalau ormas, ya minta mereka buat list sendiri untuk anggota ormasnya sendiri. Gunakan untuk kalangan terbatas.

Kemenag itu bekerja untuk masyarakat, bukan ormas. Saya yakin jauh lebih banyak masyarakat yang tidak berormas dan lebih sanggup menerima perbedaan. Saya pribadi tidak berormas dan cenderung lebih memilih menjadi bagian besar “umat Islam”. Namun, saya bisa menerima ustadz dari manapun selama sesuai Quran dan Sunnah. Ini sudah standar agama—tidak perlu label lagi, macam “ulama sunnah” lah, “ulama nusantara” lah. InsyaAllah, masyarakat Indonesia sudah jauh lebih paham dan dewasa menyikapi mana ustadz yang baik, mana yang tidak; mana ormas yang baik, mana yang tidak.

Kita capek dengan ormas yang gemar melabeli ormas lain serta menuduh ustadznya dengan kata “radikal”, “anti kebhinekaan”, “wahabi”, bla bla. Tidak cukup sampai situ, mereka mencap diri sendiri dengan yang paling ini paling itu; paling hebat lah pokoknya. Mereka inilah yang seharusnya mendapatkan teguran dari Kemenag karena menebar teror dengan isu jahat dikarenakan mereka merasa berbeda dari ormas yang lain.

Misalnya, mereka menuduh kajian di beberapa tempat sebagai “bibit radikalisme” hanya karena tidak ada ustadz dari kalangan mereka. Bukankah seharusnya mereka sadar diri kenapa ustadz-ustadz mereka tidak diundang? Ya karena mereka selalu takabur dengan ormasnya sendiri dan melabeli orang lain dengan sebutan jahat. Maka wajar apabila masyarakat yang tidak berormas justru antipati dengan mereka. Lalu, rekomendasi dari ormas macam ini apakah masih relevan? Tentu bias.

Pemerintah seharusnya mengayomi, bukan melakukan segregasi. Dengan menggunakan alasan “atas saran ormas”, pemerintah tengah menciptakan jarak dengan masyarakat. Apalagi jika ternyata ormas yang suka melabeli jahat orang lain itulah sumber list yang dimaksud. Menyedihkan. (*)

*Penulis adalah pegiat media sosial, WNI yang kuliah di Sosyal Bİlimler Enstitüsü Yuksek Lisans at İstanbul Üniversitesi

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita