Rabu, 04 Agustus 2021

Ini Komentar Mardani Terkait Survei Indobarometer Soal #2019GantiPresiden

Ini Komentar Mardani Terkait Survei Indobarometer Soal #2019GantiPresiden

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera

Jakarta, Swamedium.com – Indo Barometer melakukan survei terkait gerakan #2019GantiPresiden. Dari survei memperlihatkan, sebanyak 54,5 persen responden mengetahui gerakan “#2019GantiPresiden”. Sementara, 40,7 persen tidak pernah mendengar atau mengetahui dan 4,8 persen tidak menjawab.

Banner Iklan Swamedium

Sebagian besar responden yang mengaku tahu gerakan #2019GantiPresiden menyatakan tidak setuju.

Hal itu terungkap dalam hasil survei yang berlangsung sejak tanggal 15 hingga 22 April 2018 di 34 provinsi Indonesia.

“Mayoritas publik yang mengetahui gerakan #2019GantiPresiden menyatakan tidak setuju dengan gerakan tersebut 61,1 persen, yang setuju 34,1 persen,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Rabu (23/5).

Adapun alasan terbesar mereka yang tak setuju gerakan tersebut, memilih untuk melanjutkan pembangunan (29,1 persen), kinerja Jokowi terbukti (13,1 persen). Alasan lain, puas dengan kinerja Presiden saat ini (7,8 persen), mempertahankan Jokowi (7,1 persen), dan menganggap hanya isu politik (6,7 persen).

“Mereka yang setuju (#2019GantiPresiden), alasannya ingin perubahan (26,6 persen), hak demokrasi (14,3 persen) dan ada calon presiden lebih baik (12,3 persen),” jelas Qodari.

Menanggapi hal tersebut, penggagas Gerakan #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera menanggapi positif. Dia mengatakan, dari survei tersebut artinya ada sebanyak hampir 40 persen menyatakan setuju dengan gerakan ganti presiden 2019. “Keren hampir 40% artinya setuju,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/5).

Dengan prosentase pendukung gerakan #2019GantiPresiden yang cukup besar, meski gerakan masih seumur jagung, Mardani meyakini angka tersebut akan makin membesar, terlebih lagi banyaknya blunder yang dilakukan pemerintahan Jokowi setelah survei tersebut dilakukan.

“Ini angka yg besar dan akan terus membesar dg blunder yg dilakukan pemerintah spt pengumuman 200 dai Kemenag dan dolar yg terus menekan rupiah. Blm lagi harga tol mudik yg tinggi plus kondisi harga pangan yg naik selama ramadhan,” ujar Mardani.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu pun meyakini bahwa di 2019 nanti bakal terjadi pergantian kepemimpinan nasional secara konstitusional melalui ajang Pemilihan Presiden.

“Insya Allah #2019GantiPresiden,” tutupnya. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita