Tuesday, 23 April 2019

Tim Advokasi Nur-Firdaus: Ada kriminalisasi ulama, video Habib Jafar diedit

Tim Advokasi Nur-Firdaus: Ada kriminalisasi ulama, video Habib Jafar diedit

Bekasi, Swamedium.com — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi memanggil tokoh FPI kota Bekasi, Habib Ja’far Al-Attas untuk mengklarifikasi dugaan kasus Ujaran Kebencian saat ceramah di Kampanye Akbar Pasangan Calon (Paslon) Nur Supriyanto-Adhy Firdaus pada Sabtu (12/5) lalu di lapangan Multiguna, Bekasi Timur.

Pemanggilan tersebut direspons Habib dengan datang ke Panwaslu, Rabu (23/5) sore. Di sana ia bertemu dengan dua orang Komisioner KPU, Usman dan Ria Putri Rosadi.

“Berdasarkan Temuan nomor 05/PM/TW/Kota Bekasi/13.03/2018 bersama ini kami Panwaslu Kota Bekasi mengundang Habib Jafar Al-Alatas untuk memberikan keterangan sebagai terlapor dalam klarifikasi perihal dugaan pelanggaran pada Kampanye terbuka/akbar yang dilaksanakan hari Sabtu, 12 Mei 2018 yang mana terlapor berbicara mengandung ujaran kebencian serta SARA dalam kampanye terbuka,” demikian kata-kata dalam surat pemanggilan dari Panwaslu kepada Habib Jafar yang ditandatangani Ketua Panwaslu kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti tertanggal 22 Mei 2018.

Hal ini dijelaskan Panwaslu berdasarkan Undang-undang (UU) nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan perubahan pengganti UU nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Wagub, Serta Bupati dan Wakil Bupati, Wali kota dan wakil Wali Kota juga Peraturan Badan Pengawas Pemilu nomor 14 tahun 2017 tentang penanganan laporan pelanggaran pemilihan Gubernur, Wakil Gubernur, Serta Bupati dan Wakil, Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Ketua Tim Advokasi paslon NF, Bambang Sunaryo menyatakan ada indikasi upaya kriminalisasi ulama dalam temuan kasus dugaan ujaran kebencian yang menyeret nama tokoh FPI Kota Bekasi, Habib Ja’far Al-Attas.

“Mulai ada riak-riak kriminalisasi terhadap ulama. Saya sayangkan Panwaslu bekerja untuk siapa. Kan jelas arahnya, kalau bicaranya arahnya ulama kok ya tajem banget, jangan sampai Bekasi seperti Jakarta,” ujar Bambang kepada awak media saat ditemui usai klarifikasi Habib Ja’far dengan Panwaslu, Rabu (23/5) sore.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)