Senin, 08 Agustus 2022

Beri Vonis Bebas Ustadz Alfian, Yusril Apresiasi Keberanian Majelis Hakim

Beri Vonis Bebas Ustadz Alfian, Yusril Apresiasi Keberanian Majelis Hakim

Jakarta, Swamedium.com — Pakar Hukum Prof Dr Yusril Ihza Mahendra mengapresiasi keberanian Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam memberikan vonis bebas terhadap Ustadz Alfian Tanjung. Yusril pun berharap tidak ada langkah banding atau kasasi dari pihak pelapor.

Banner Iklan Swamedium

“Saya berharap perkara Ustadz Alfian Tanjung selesai, karena terhadap putusan lepas dari segala tuntutan hukum mestinya tidak ada banding dan kasasi. Karena itu mari kita junjung tinggi demokrasi dan kebebasan menyatakan pendapat,” kata Yusril.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu juga memuji keberanian majelis hakim yang telah memutuskan perkara dengan adil, tanpa khawatir tekanan penguasa yang akhir-akhir ini sering mengkriminalisai ulama, ustadz dan aktivis Islam.

“Perbuatan Alfian memang ada dan terbukti, tetapi apa yang dilakukannya bukanlah tindak pidana, sehingga dia dibebaskan atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum,” jelas Yusril.

Dalam persidangan, Majelis hakim berpendapat, Ustadz Alfian hanya meng-copy paste tulisan politisi PDIP Dr Ribka Tjiptaning dalam buku berjudul “Aku Bangga Jadi Anak PKI” yang mengatakan bahwa 85% PDIP isinya adalah kader PKI.

Tulisan dalam buku Ribka itu tidak pernah dibantah oleh pimpinan PDIP. Buku itu beredar bebas dan telah dicetak sekitar 2 juta eksemplar. Namun anehnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang dihadirkan sebagai saksi di persidangan sebelumnya mengatakan tidak tahu tentang buku Ribka Tjiptaning itu.

Dengan demikian apa yang dikutip Ustadz Alfian, tidaklah termasuk ujaran kebencian sebagaimana dimaksud oleh Pasal 29 ayat 2 UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Maka demi keadilan, Alfian harus dibebaskan atau dilepaskan dari segala tuntutan hukum,” jelas Yusril dalam persidangan sebelumnya.

Dalam kapasitasnya sebagai pakar hukum tata negara, Yusril dihadirkan ke persidangan Ustadz Alfian untuk didengar keterangannya sebagai ahli, apakah yang dilakukan mantan dosen UHAMKA itu termasuk tindak pidana atau bukan.

Saat itu, Yusril menegaskan bahwa Ustadz Alfian berbicara sebagai warganegara yang dijamin haknya untuk mengekspresikan pendapat, tanpa harus dianggap ucapannya sebagai ujaran kebencian.

“Sebagai seorang ustadz, Alfian wajib berdakwah melakukan al amru bil ma’ruf wan nahyu ‘anik munkar,” tutur Yusril. (*/ls)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita