Wednesday, 26 June 2019

IITCF dan Forjim Kembangkan Pariwisata Halal

IITCF dan Forjim Kembangkan Pariwisata Halal

Jakarta, Swamedium.com — Potensi pariwisata halal baik di Indonesia maupun mancanegara tak kalah bagusnya dengan pariwisata konvensional. Malaysia, Indonesia, dan Turki saat ini adalah tiga negara yang menjadi destinasi utama wisata halal internasional.

Untuk mengembangkan pariwisata halal di Indonesia ini butuh kerjasama banyak pihak. Dalam rangka ini, Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF), wadah berkumpulnya para pelaku industri pariwisata halal menggandeng Forum Jurnalis Muslim (Forjim).

Komitmen kerjasama ini secara simbolis dilakukan di sela-sela buka puasa bersama para pelaku industri pariwisata halal dengan para jurnalis muslim di Muamalat Tower, Jakarta Pusat, Rabu (30/5).

“Kami menyadari, gawe besar kami ini tidak bisa kami lakukan sendiri, kami harus bersinergi dengan awak media agar sosialisasinya sampai ke masyarakat melalui berita-berita yang diproduksi para jurnalis,” ujar Chairman IITCF,
Priyadi Abadi, saat memberi sambutan.

Menurut Priyadi, sebagai negeri bermayoritas Muslim sudah selayaknya penduduk Indonesia menempatkan pariwisata halal sebagai langkah utama. Untuk itu diperlukan edukasi kepada masyarakat.

Selain mengedukasi masyarakat di bidang pariwisata, Priyadi pada tahun lalu juga telah merintis terobosan untuk menyatukan produk Travel Muslim melalui konsorsium untuk memberikan layanan kepada wisatawan muslim yang ingin travelling ke mancanegara dengan konsep islami.

Konsorsium ini bernama Muslim Holiday Konsorsium yang mana dalam kegiatannya juga sarat dengan unsur edukasi nya kepada para anggota konsorsium ini seperti pada setiap bulan selalu dibuat acara sharing destinasi, evaluasi dan problem solving lahirnya Muslim Holiday ini, tambah Priyadi sebagai bentuk keprihatinan karena masih minimnya travel muslim yang menggarap pasar wisata Muslim.

“Mayoritas travel muslim yang ada masih bermain di zona aman, yakni menggarap pasar haji dan umrah. Masih sangat sedikit, kurang dari 20 persen, yang menggarap pasar wisata muslim. Akibatnya, pasar wisata muslim yang prospektif dan potensial ini masih dipegang oleh travel umum,” ujarnya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)