Kamis, 13 Mei 2021

Kecewa Rumah Tak Dibangun Juga, Konsumen Sandera Bos Lippo Group

Kecewa Rumah Tak Dibangun Juga, Konsumen Sandera Bos Lippo Group

Manado, Swamedium.com — Selama hampir dua jam Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga dan Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya disandera pembeli Holland Village Manado, di ruangan Talaud Satu, lantai lima Aryaduta Hotel Manado, Rabu (30/5) lalu.

Banner Iklan Swamedium

Dua pintu keluar tampak ditutup dengan kursi dan meja agar pimpinan Lippo Group tak bisa meninggalkan ruangan.

Ternyata mereka meminta agar kedua pimpinan Lippo Group ini bisa menandatangani pernyataan hitam di atas putih yang menyatakan bahwa jika sampai pada tanggal 1 Juli 2018 tidak memenuhi janji membangun rumah, maka pihak Lippo Group akan mengembalikan uang yang telah mereka keluarkan.

“Saya sudah bayar uang sampai Rp 1,9 miliar untuk dapat rumah di Holland Village, tapi sampai sekarang tidak ada pembangunan sama sekali,” ujar Rivai Rompis, seorang pembeli.

Ia bahkan meminta agar pihak managemen Lippo Group berhenti membohongi para pembeli.

“Ini sudah pertemuan ke lima, dan saya sudah menunggu empat tahun untuk mendapatkan rumah itu. Tapi, jangankan kunci, rumahnya pun sampai sekarang belum ada,” ucapnya.

Namun, permintaan menandatangani pernyataan hitam di atas putih dari konsumen itu tak dipenuhi oleh kedua pimpinan Lippo Group.

“Bulan Juni nanti kami sudah akan mulai membangun, jadi kami tidak ingin menandatangani apa saja perjanjian hitam di atas putih,” ujar Theo Sambuaga dengan tegas.

Ia menambahkan, kedatangannya dari Jakarta ke Sulut adalah untuk menyelesaikan masalah ini.

“Jika bapak dan ibu tak mau menerima usulan kami, maka silahkan lapor ke polisi. Tapi, yang jelas saya datang dari jauh ke sini untuk memastikan kalau pembangunan akan dilakukan dengan serius ” ujarnya.

Home » Manado
Pimpinan Lippo Group Sempat Disandera Pembeli Holland Village, Pintu Ditutup Pakai Meja dan Kursi
Rabu, 30 Mei 2018 22:16

Pimpinan Lippo Group Sempat Disandera Pembeli Holland Village, Pintu Ditutup Pakai Meja dan Kursi
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Selama hampir dua jam Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga dan Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya disandera pembeli Holland Village Manado, di ruangan Talaud Satu, lantai lima Aryaduta Hotel Manado, Rabu (30/5/2018)
“Jika bapak dan ibu tak mau menerima usulan kami, maka silahkan lapor ke polisi. Tapi, yang jelas saya datang dari jauh ke sini untuk memastikan kalau pembangunan akan dilakukan dengan serius ” ujarnya.

Theo juga menjanjikan akan memberikan kunci rumah pada pembeli pada bulan Desember 2018.

“Tahap satunya akan diserahkan Bulan Desember 2018, tahap kedua tiga bulan setelah itu,” papar Theo L Sambuaga yang juga pernah beberapa kali menjabat menteri ini.

Yongki Mailuhu, pembeli lainnya juga mempertanyakan nasib dari pembeli yang rumahnya berada di bantaran sungai.

“Lalu bagaimana dengan kami yang memilih tempat disekitaran bantaran sungai? Karena, sesuai aturan harus 15 meter jauhnya dari bantaran sungai. Tapi, ini sudah sangat dekat,” aku dia.

Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya mengatakan bagi pemilik rumah di bantaran sungai akan dipindahkan sesuai keinginan.

“Bapak dan ibu bisa pilih langsung tempatnya, karena kami masih mempertimbangkan faktor keselamatan juga,” tegasnya.

Sekitar 45 menit kemudian Kapolresta Manado, Kombes Pol FX Surya Kumara dan belasan polisi datang ke lokasi.
Kapolresta meminta bagi para konsumen yang belum puas dengan hasil mediasi ini, silakan menempuh jalur hukum.

“Silakan laporkan saja, di sini ada Kasat Reskrim pasti ditindaklanjuti,” ucapnya.

Mengingat waktu yang sudah semakin malam, perwira tiga bunga itu lalu membubarkan pertemuan tersebut.

Pembeli Mengamuk

Puluhan pembeli rumah yang sempat mengamuk dalam acara mediasi dilakukan di Aryaduta Hotel Manado, Rabu (30/5).

Mereka datang untuk menanyakan kejelasan dari pembangunan rumah yang tak kunjung terealisasi di Holland Village Manado.

“Sekarang sudah menjadi klimaks dari pembeli di Holland Village karena sudah merasa jadi korban penipuan. Kami sudah membayar uang yang tidak sedikit untuk membeli rumah ini. Tapi, sampai saat ini tak ada tanda-tanda sudah akan dibangun,” ujar Pingkan Nuah salah satu pelanggan.

Theo Sambuaga Presiden Komisaris Lippo Group meminta para pembeli bersabar.

“Mohon bersabar, pembangunan akan dimulai pada Juni 2018,” kata dia.

Targetnya pada Desember 2018 para pembeli sudah mendapatkan rumahnya.

“Untuk tahap pertama akan diserahkan pada Desember 2018, tahap kedua tiga bulan setelah itu,” tandasnya.

Minta Uang Dikembalikan

Di antara para nasabah Holland Village yang melakukan mediasi, Rabu (30/5) juga ada yang meminta agar pihak Lippo Group mengembalikan saja uang yang sudah dibayarkan pembeli rumah.

Home » Manado
Pimpinan Lippo Group Sempat Disandera Pembeli Holland Village, Pintu Ditutup Pakai Meja dan Kursi
Rabu, 30 Mei 2018 22:16

Pimpinan Lippo Group Sempat Disandera Pembeli Holland Village, Pintu Ditutup Pakai Meja dan Kursi
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Selama hampir dua jam Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga dan Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya disandera pembeli Holland Village Manado, di ruangan Talaud Satu, lantai lima Aryaduta Hotel Manado, Rabu (30/5/2018)
“Saya sudah bayar rumahnya lunas, tapi sampai hari ini hanya tiang berkarat yang dibangun,” kata Lendi Maramis salah satu pelanggan, dengan nada kesal.
“Kembalikan uang saya, karena sudah tiga tahun kami menunggu,” pintanya.
Theo Sambuaga, Presiden Komisaris Lippo Group kembali menegaskan pihaknya akan membangun mulai Juni 2018.
“Kalau tidak dibangun, kami akan kembalikan uang kompensasi,” kata saat mediasi dengan nasabah di Hotel Aryaduta.

Pada Selasa (29/5), dalam perjamuan makan malam bersama para jurnalis di Sulut di Hotel Aryaduta Manado, Presiden Komisaris Lippo Group Theo L Sambuaga mengatakan pihaknya berkomitmen membangun Sulawesi Utara.

Komitmen itu tak hanya diwujudkan lewat pembangunan perumahan, melainkan juga sekolah, rumah sakit, hotel, dan juga mal. Selain Hotel Aryaduta, Lippo Plaza Kairagi, Siloam Hospitals Manado, Lippo juga tengah menyelesaikan Monaco Bay dan Holland Village.

Meskipun dalam penyelesaian pembangunan ada berbagai kendala eksternal, kata Theo, namun pihaknya tetap berkomitmen membangun provinsi di ujung utara Indonesia ini.

Seperti Holand Village, yang rencananya akan merampungkan 400 unit rumah, paparnya, pembangunan akan terus dilakukan sampai sesuai target yang ditetapkan. Dari jumlah itu, sudah ada sekitar 90 unit yang sudah diserahterimakan.

Rencananya, sebelum Lebaran juga akan diserahkan 20 unit. Namun, karena banyak tukang yang mudik Lebaran, kemungkinan akan diserahterimakan setelah Lebaran. “Kami akan tetap menyelesaikannya,” ungkapnya.

Ketut menegaskan bahwa semua proyek yang dikerjakan Lippo Group, akan selalu diselesaikan dan dikelola dengan baik.

“Oleh karena itu, di Sulut pun kami akan menyelesaikan seluruh proyek yang ada dengan sebaik-baiknya,” tegasnya. (*/ls)

Sumber: Tribunnews

Banner Iklan Swamedium

Related posts

1 Comment

  1. Anonim

    sangat disayangkan kalau hal2 sperti ini bisa terjadi, semoga segera terselesaikan dengan baik dan sama2 diuntungkan semua pihak

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita