Thursday, 25 April 2019

Duh! Ada Cacing Nematoda di Bawang Putih Asal China

Duh! Ada Cacing Nematoda di Bawang Putih Asal China

Jakarta, Swamedium.com — Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus dari Badan Reserse Kriminal Polri membongkar praktik impor ilegal bawang putih yang tak layak konsumsi. Dan yang mengerikan, setelah diperiksa di laboratorium, dalam bawang putih itu terkandung cacing nematoda.

Menurut Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Komisaris Besar Polisi Daniel Tahi Monang Silitonga, bawang putih mengandung cacing itu diimpor dari China dan Taiwan. Pada label impor telah diubah dari untuk pembibitan menjadi untuk konsumsi.

“Menurut laboratorium yang bibit mengandung cacing nematoda yang tidak bisa dikonsumsi,” kata Daniel Tahi Monang Silitonga di Gedung Bareskrim KKP, Kamis (31/5).

Para pelaku, lanjut dia, tahu kalau hal itu ilegal. Meski bawang mengandung bibit penyakit mereka tetap melakukan tindakan curang itu demi keuntungan semata.

“Tersangka melakukan impor tadi bawang putih dengan memberikan keterangan yang menyesatkan atau pernyataan yang tidak benar sehingga merugikan konsumen,” kata dia.

LIHAT JUGA
Ada 9 Ton Jeruk Impor Ilegal dari China Ditemukan di Belawan
Ada 9 Ton Jeruk Impor Ilegal dari China Ditemukan di Belawan
Kemendag Bekukan Izin Usaha Pengimpor Bawang Putih Ilegal
Kemendag Bekukan Izin Usaha Pengimpor Bawang Putih Ilegal
Warga Malang Diimbau Jangan Konsumsi Cabai Impor China
Warga Malang Diimbau Jangan Konsumsi Cabai Impor China

Dalam kasus ini, 300 ton bawang putih di Surabaya hasil impor para pelaku disita. Direktur PT. TSR, TKS ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena sengaja memperdagangkan bawang putih impor yang tidak sesuai peruntukan.

Kemudian, Direktur PT. PTI, MYI dan Direktur PT. CGM, TDJ selaku importir lain pun demikian. Seorang pejabat berinisial PN pun ditetapkan sebagai tersangka lantaran memberikan kewenangan sebagai pengendali dan pembiayaan barang impor.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)