Wednesday, 24 April 2019

Membongkar “Festival Material” dalam Tradisi Lebaran

Membongkar “Festival Material” dalam Tradisi Lebaran

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Setelah lebaran, yang waktunya hanya sehari untuk Iedul Fitri, umat Islam disunnahkan puasa Syawal. Fungsinya? Menjaga dan merawat spirit dan nilai-nilai puasa Ramadhan.

Festival lebaran dengan segala asesoris materialnya, tanpa disadari menjadi faktor tersulit untuk menjaga spirit puasa. Anda berat untuk puasa syawal disaat keluarga dan saudara anda sedang berpesta. Di setiap meja tamu ada hidangan terbaik dan terlezat. Boleh jadi Anda tak tertarik. Tapi etika sosial mengajarkan anda untuk menghormati tuan rumah, atau tamu. Terpaksa makan bersama. Anda pun tak jadi puasa. Bagaimana dengan anak anda yang masih usia SD, SMP atau remaja? Makin berat.

Festival lebaran sarat material nampak kontraproduktif dengan spirit puasa Ramadhan. Belum lagi ketika mudik. Tarawih terakhir yang jadi taruhan Lailatul Qadar dikorbankan untuk persiapan dan mudik. Atas nama musafir, tak sedikit yang mengorbankan puasa Ramadhan.

Akhir Ramadhan yang notabene jadi raport terakhir dan penilaian final, masjid justru sepi. Sedekah berkurang. Mudik menyedot perhatian, waktu dan semua energi.

Apakah mudik itu buruk? Tidak. Apakah halal bihalal dan silaturahmi tidak baik? Baik. Apakah cuti bersama tak bagus? Bagus dan memang perlu. Hanya saja timingnya tidak tepat.

Sesuatu yang baik, jika timingnya tak tepat akan jadi kontraproduktif. Silaturahmi itu baik. Tapi kalau anda datang ke rumah orang jam 02.00 pagi, anda akan diteriakin maling. Tak tepat.

Begitu juga dengan cuti bersama dan mudik lebaran dengan semua festival materialnya. Tanpa disadari jadi ancaman terhadap nilai-nilai puasa Ramadhan yang sebulan penuh telah diperjuangkan.

Karena itu, Nabi memberi waktu Iedul Fitri cuma sehari. Tak lebih. Bahkan ketika mau berangkat shalat Iedul Fitri, dianjurkan makan dan minum. Tak ada pesta setelah itu.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)