Wednesday, 19 June 2019

Cerita Dibalik Kemenangan Zohri

Cerita Dibalik Kemenangan Zohri

Lalu Muhammad Zohri

Madiun, Swamedium.com – “Kak, aku boleh minta uang 400 ribu?”

“Buat apa, Dik?”

“Mau beli sepatu lari yang baru.”

Sang kakak mengambil dompet, mencomot beberapa uang dari dalamnya.

“Tapi kakak baru punya uang segini. Ambillah jika kamu mau.”

Uang itu hanya separuh dari yang ia minta. Tapi mau bagaimana lagi? Lelaki 18 tahun itu sangat butuh sepatu baru. Untuk mengikuti sebuah kejuaraan. Kejuaraan yang kelak tanpa ia sadari, akan merubah nasib hidupnya.

Akhirnya, uang itu berpindah tangan sudah.

“InsyaAllah nanti aku ganti uang ini.”

“Tak usah kau pikirkan,” sang kakak menepuk pundak adiknya. “Semoga sukses ya, Dek.”

Sang adik mengangguk lemah. Memeluk kakaknya agak lama. Berpamitan.

Laki-laki berkulit sawo matang itu membalik badan. Melangkah meninggalkan rumah –atau gubuk?–berdinding anyaman bambu. Dinding itu nampak rapuh. Di berbagai sisinya ditutupi koran. Banyak bagian dinding yang rusak, hingga cahaya matahari tak kesulitan menembus seisi ruangan. Jangan tanya atapnya. Sama miris dengan dinding rumah itu. Tak ada plafon, hingga bila hujan deras tiba, kita takkan ragu bahwa air akan mudah membasahi lantai beralas tanah itu. Bocor.

“Baik-baik di sana,” ucap sang kakak.

Si adik mengangguk. Langkahnya semakin menjauhi tempat tinggal. Menuju tempat pusat pelatihan, sebelum nantinya akan terbang ke Finlandia, negara nun jauh di sana.

Sekali lagi, tak ada yang mengira, bahwa langkah-langkah itulah yang akan menjadi penanda awal mula sejarah hidupnya, juga sejarah dunia olahraga atletik Indonesia.

*
Kamis subuh, 12 Juli 2018, pukul 04.30 waktu Lombok, NTB, Baiq Fazilah menerima kiriman video di ponselnya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)