Sabtu, 28 November 2020

Ditemukan Data Pemilih Invalid, Geprindo Akan Datangi KPU

Ditemukan Data Pemilih Invalid, Geprindo Akan Datangi KPU

Foto: aksi GEPRINDO tolak reklamasi di kantor Walikota Jakarta Utara, Kamis (18/5). (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Adanya temuan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta terkait data pemilih invalid sebanyak 1.243.896 dan data ganda 27.178 pemilih pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2019, Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) akan mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Temuan ini bukan hal sepele mengingat apa yang terjadi pada pilgub Jawa Tengah 2018 yang ditemukan sekitar tiga juta pemilih lebih yang termasuk dalam pemilih ganda dan pemilih invalid,” kata Presiden Geprindo, Bastian P Simanjuntak, Jumat (20/7).

Menurutnya, dua temuan ini sangat mengancam nilai-nilai dan prinsip demokrasi yang menjunjung jujur dan adil.

Bastian menilai, temuan ini sebagai ancaman terhadap pemilu legislatif dan pilpres yang jujur dan adil. Bahkan, ujarnya, di Jakarta juga ditemukan pemilih dalam DPS yang tidak memiliki NIK dan KK, tentu saja semakin menambah fakta bahwa pemilu 2019 terutama demokrasi sedang dicurangi.

“Bila dua daerah ini saja ditemukan data yang invalid maka tidak tertutup hal yang sama terjadi didaerah lain. Jakarta sebagai ibukota negara saja begitu bobrok datanya, konon lagi didaerah-daerah. Ini ancaman serius sekaligus usaha menjadikan pemilu kita sebagai ajang kecurangan yang terorganisir dan terencana bahkan massif,” jelas Bastian.

Karena itu, Geprindo menghimbau kepada seluruh organisasi masyarakat didaerah-daerah agar terlibat memantau data yang di keluarkan KPUD didaerah masing-masing dan mengkritisi kinerja lembaga tersebut bila ditemukan invalid data sebagaimana di Jakarta dan Jawa Tengah.

“Geprindo sendiri melalui pengurus disetiap Propinsi sedang melakukan investigasi terkait invalid data,” ungkap Bastian.

Selain itu, kata Bastian, pihaknya dalam waktu dekat akan melaksanakan aksi demonstrasi menuntut KPU untuk bekerja secara professional dan konstitusional. “KPU jangan menjadi agen bagi orang-orang ingin mencurangi pemilu sekaligus menciderai demokrasi serta mengangkangi demokrasi,” sergah Bastian.

Untuk itu, ditambahkan Bastian, Geprindo mengajak seluruh komponen anak bangsa yang peduli pada nasib pemilu dan demokrasi untuk aksi bersama melawan kecurangan.

“Kita akan datangi KPU, bila perlu kita akan menginap di KPU hingga mereka memperbaiki potensi curang karena rakyat yang akan dirugikan nantinya. Sudah cukup rakyat selama ini dipermainkan dalam setiap ajang demokrasi, saatnya rakyat bergerak dan melawan, dan kami siap menjadi garda terdepan melawan kecurangan tersebut,” tegas Bastian. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.