Rabu, 12 Agustus 2020

Bongkar Data Pajak Para Caleg

Bongkar Data Pajak Para Caleg

Rapat paripurna DPR (Danang)

Jakarta, Swamedium.com — Banyak cara untuk mendapatkan calon anggota legislatif, calon anggota DPD atau bahkan calon presiden yang bersih. Salah satunya seperti yang dilakukan KPU dengan menerbitkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018. Berdasarkan PKPU itu, mantan terpidana kasus korupsi, narkoba dan kejahatan seksual akan ditolak pendaftarannya untuk menjadi calon anggota legislatif dan DPD.

Sejauh ini, cara ini sudah menunjukkan hasil. Berdasarkan data KPU dan Bawaslu, total ada 209 bakal caleg eks koruptor untuk semua tingkatan pencalonan. Mereka tersebar di 12 provinsi, 97 kabupaten, dan 19 kota. Semuanya pasti akan terdiskualifikasi dari Daftar Calon Sementara.

Itu baru yang mantan napi korupsi. Belum lagi yang pernah dipenjara karena kejahatan narkoba, atau kejahatan seksual terhadap anak. Untuk jenis kejahatan yang terakhir ini mungkin tidak banyak, namun untuk kejahatan narkoba pasti jumlahnya nyaris tak terhitung.

Negara hukum ini membutuhkan calon anggota legislatif dan anggota DPD yang benar-benar bersih. Mencari yang sempurna tentu muskil, namun setidaknya para pelanggar hukum tidak boleh diberi peluang menduduki kursi terhormat itu.

Kalau premisnya adalah menemukan anggota legislatif, DPD atau bahkan presiden yang bukan pelanggar hukum, maka saringan harus serapat mungkin. Penyaringan lain yang perlu dilakukan adalah menilai ketaatan pembayaran pajak. Mengapa? Karena semua orang yang mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, DPD apalagi presiden, pasti mempunyai penghasilan yang melebihi batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Dengan kondisi sosial dan ekonomi rata-rata mereka, tentu penghasilannya di atas PTKP sebesar Rp67,5 juta pertahun. Artinya, bisa dipastikan mereka adalah pembayar pajak. Bahkan ada calon anggota DPD dari Papua, Wilhelmus Rollo, yang melaporkan kekayaannya sebesar Rp20 triliun.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.