Minggu, 12 Juli 2020

Jokowi Pencitraan Terus, Karena Citranya Makin Buruk?

Jokowi Pencitraan Terus, Karena Citranya Makin Buruk?

Oleh: Pradipa Yoedhanegara*

Jakarta, Swamedium.com — Tampilnya video Presiden RI Joko Widodo mengendarai sepeda motor yang tayang jelang upacara pembukaan Asian Games 2018 pada hari Sabtu (18/8/2018) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, jujur saja membuat perut saya sedikit sakit dan mulas karena banyak menahan tawa.

Aksi berkendara motor sepanjang perjalanan menuju gelora bung. Karno yang belakangan diketahui dilakukan oleh seorang stuntman (pemeran pengganti) asal thailand yang menunjukan atraksi “jumping dan stoppie” bak pemain sirkus ini, mungkin untuk sebagian orang sangat menghibur.

Aksi yang awalnya “mungkin”, dibuat untuk meningkatkan pencitraan tuan presiden ini, sepertinya gagal, karena tidak begitu efektif dan tidak berhasil pencitraannya. Malahan aksi freestyler yang dilakukan oleh stuntman Presiden Jokowi malah semakin menurunkan citra tuan Jokowi, sebagai presiden di hadapan publik saat ini.

Kemeriahan dan gegap gempita pembukaan acara Asian Games saat ini, yang menghamburkan uang rakyat ratusan milyar rupiah, tampaknya kurang elok dilakukan. Sebab bangsa ini baru saja mengalami bencana kelaparan, akibat krisis pangan di pedalaman hutan seram maluku, kabupaten maluku tengah dan Gempa Bumi yang memakan banyak korban jiwa di Lombok Nusa Tenggara Barat.

Dari sisi ini saya melihat tuan Presiden, tampaknya tidak memiliki “Sense Of Crisis”, atau kepekaan yang dalam atas tragedi memilukan yang dialami publik dinegari ini. Meski bencana yang terjadi di sejumlah daerah tersebut bukan masuk kategori bencana nasional, tetap saja itu menjadi catatan buruk bahwa rezim ini sama sekali tidak memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap masyarakat.

Selain tidak adanya sense of crisis dari tuan presiden, beberapa waktu yang lalu beredar sebuah video adanya korban gempa yang diberikan bantuan makanan ternak oleh pendukung tuan presiden. Dari situ saja terkesan kalau tuan presiden dan pendukungnya lebih memprioritaskan korban hewan kelaparan ketimbang jatuhnya korban jiwa manusia.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.