Thursday, 22 August 2019

Kalau Saya Jadi Denny JA, Saya Juga Utamakan Duit

Kalau Saya Jadi Denny JA, Saya Juga Utamakan Duit

Foto: Wartawan senior, Asyari Usman. (Facebook)

Pastilah saya harus meyakinkan pemesan atau calon pemesan yang saya duga akan bersedia membayar lebih tinggi lagi. Saya simpulkan banwa lawan mereka akan kalah. Dengan begini, pemesan atau calon pemesan menjadi bergairah untuk meneken proyek survei.

So, kawan-kawan, dari mana pun Anda berdiri melihat LSI, dan sangat mungkin juga lembaga-lembaga survei lainnya, pastilah duit akan menjadi kepingan mosaik yang terpenting. Saya tak malu-malu mengatakan bahwa kalau saya berada di posisi Denny JA, saya pun akan melakukan hal yang sama.

Saya perlu menegaskan ini supaya Pak Denny mendapatkan dukungan morale (moril) di tengah gelombang tudingan tak sedap dari para pengkrtik. Saya hanya ingin meyakinkan Pak Denny bahwa motivasi duit dalam melakukan survei-survei elektabilitas bukanlah aib. ‘Kan benar Pak Denny mencari duit lewat LSI. Iya ‘kan? Menurut hemat saya, Pak Denny tak perlu menjawab “guyon 1”, “guyon 2”, dst.

Jadi, mulai sekarang Pak Denny tak usah ragu-ragu mengatakan: “Iya, hasil survei saya tergantung bayarannya. Anda mau apa?”

Ayo, jangan surut Pak Denny. Mereka yang mengkritik itu ‘kan belum tahu nikmatnya duit dari proyek survei elektabilitas.

*Penulis adalah wartawan senior

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)