Tuesday, 20 August 2019

Ustaz Abdul Somad Menampar Kalian, Akankah Kita Terus Diam?

Ustaz Abdul Somad Menampar Kalian, Akankah Kita Terus Diam?

Foto: Doakan jamaahnya di Hongkong melalui Skype, Ustadz Abdul Somad menangis. (ist)

Oleh: Nasrudin Joha*

Jakarta, Swamedium.com — Ustadz Abdul Somad (UAS) membatalkan ceramah di beberapa daerah di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Beliau mengaku pembatalan tersebut dilakukan lantaran adanya ancaman dan intimidasi terhadap kegiatan dakwah beliau. Tidak disebut dari mana dan seperti apa bentuk ancaman dan intimidasi yang diterima. Namun, kita haqqul yakin dan percaya penuh dengan penuturan beliau.

Bukannya menyayangkan atas adanya tekanan dan intimidasi yang dialami UAS, seorang kakek tua yang menjadi jubah rezim, mendampingi sang pendusta dalam ajang pemilihan kepala negara, justru mempertanyakan kebenaran ancaman dan intimidasi. Kakek tua ini, malah mempersoalkan bagian kepanitiaan di tataran teknis.

Tentu saja, dalam mustolahal hadits orang yang adil dan dikenal keutamaan ilmu dan penjagaan muroah, lebih diutamakan periwayatannya ketimbang seseorang yang tertuduh ‘bermasalah’. Pengakuan UAS tentang adanya ancaman dan intimidasi atas aktivitas dakwah yang beliau rasakan, lebih kita kuatkan dan percayai ketimbang ungkapan seorang kakek tua yang dituduh menggunakan sorban kesalehan untuk menelikung profesor sosmed.

Pernyataan UAS tentang hal ini adalah tamparan buat kita, umat Islam. Bagaimana mungkin kita tidak bisa menjaga dan memuliakan ulama kita, padahal masing-masing dari kita memiliki kedudukan dan penghormatan ? Bagaimana mungkin itu bisa menimpa UAS, sementara kita berdiam diri saja ?

Kita ketahui bersama, ada duri dalam daging, ada kaum munafik yang mengaku Islam, berkelindan dibalik baju ormas Islam tetapi kerap membubarkan aktivitas dakwah Islam. Kita juga ketahui, ormas induk samangnya tidak pernah menegur, bahkan pernyataan elitnya justru sering menyakiti hati umat Islam.

Kita juga bisa tahu, pembubaran pengajian, mempersoalkan volume azan, itu semua hanya terjadi di rezim ini. Bahkan, alat negara juga disalahgunakan menjadi alat kekuasaan. Tagar saja dikriminalisasi.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)