Minggu, 09 Agustus 2020

Pengajian Dibubarkan Oknum Banser, Cak Nur Dievakuasi ke Jakarta

Pengajian Dibubarkan Oknum Banser, Cak Nur Dievakuasi ke Jakarta

Foto: Gus Nur dalam sambutannya pada Reuni Akbar Alumni 212 di Monas. Sabtu (2/12). (Bili/swamedium)

Solo, Swamedium.com — Pengajian Cak Nur malam ini berakhir rusuh dan ricuh. Cak Nur mengisi ceramah di Masjid alhuda Talpitu, Karangpandan, Karanganyar, Solo.

“Pengajian Cak Nur ini memang dari pagi sudah di prediksi tidak akan kondusif, karena dari pagi sudah ada beberapa banser yang mendatangi Polsek Karangpandan yang keberatan dengan pengajian Cak Nur ini,” kata narahubung pengajian Cak Roto, melalui pesan Whatsapp, Jumat (14/9) malam.

Cak Roto mengungkapkan, pengajian yang diisi ceramah oleh Cak Nur dijaga puluhan polisi lengkap dengan mobil water canon. Pengajian juga dikawal ratusan laskar dari berbagai ormas.

“Ditengah tengah Cak Nur ceramah tiba-tiba suasana di luar masjid menjadi panas, ratusan laskar tiba-tiba berteriak yel-yel perjuangan,” ujar Csk Roto.

Setelah dicek, ternyata ada ratusan oknum PAGAR NUSA yang berusaha membubarkan pengajian tersebut. Suasana memanas, tidak kondusif. Adu fisik dan lempar batu pun terjadi. Cak Nur diamankan oleh Kapolsek dan langsung dibawah masuk ke mobil baracuda lalu dievakuasi ke kantor Polres Karanganyar.

“Intinya, pengajian ini sebenarnya baik-baik saja, jamaah tumpah ruah, pemgajiannya cair dan adem, bahkan pak Kapolsek sendiri ikut hadir duduk didalam masjid itu sendiri,” ucap Cak Roto.

Dia mengaku, pihak kepolisian bekerja sangat profesional dan sesuai prosedur. Meski begitu, dengan pertimbangan keamanan, tim admin Cak Nur membatalkan semua sisa agenda safari dakwah Cak Nur di Jawa Tengah.

“Malam ini pun Cak Nur dijadwalkan langsung take off ke Jakarta,” pungkas Cak Roto.

Related posts

3 Comments

  1. Anonim

    Kita sebagai anak bangsa Indonesia sangat prihatin, ternyata di Jawa Tengah, masih ada orang-orang primitif yang bernaung dalam Ormas menjadi arogansi dan bertindak Sontoloyo.
    Setelah UST yang membatalkan untuk Tausiah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, karena dituding ditunggangi HTI, sekarang giliran Gus Nur memperoleh perlakuan oleh kelompok Banser Sontoloyo.
    Jika Polri sebagai pengemban Kamtibmas tidak bertindak tegas terhadap oknum Kelompok Perusuh, dapat diprediksi Konflik Identitas akan jadi tugas risiko tinggi bagi Polri di masa Kampanye Pemilu Serentak 20I9.

    SALAM DAMAI INDONESIA.

    Reply
  2. Anonim

    Ya Allah…..kenapa bisa pengajian dibubarkan di negara yg mayoritas muslim oleh org yg mengaku muslim juga. Gak takut dosa apa yg bubarkan

    Reply
  3. Anonim

    Ya Allah…..kenapa bisa pengajian dibubarkan di negara yg mayoritas muslim oleh org yg mengaku muslim juga. Gak takut dosa apa yg bubarkan

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.