Wednesday, 24 April 2019

Kisruh Bulog vs Mendag: Publik Rindu Pemimpin yang Pro Rakyat

Kisruh Bulog vs Mendag: Publik Rindu Pemimpin yang Pro Rakyat

Oleh: Ismail Fahmi*

Jakarta, Swamedium.com — Beberapa hari terakhir ini kita disuguhi drama kisruh antar menteri pembantu presiden, khususnya antara Mendag dan Bulog. Pasalnya, Mendag terus mengimpor beras, sementara Buwas Kabulog bilang kalau gudang Bulog sudah penuh. Mendag menganggap gudang urusan bulog, ndak peduli gimana mencarinya. Lalu Buwas menjawab dengan sebuah kata yang sangat populer: “Dagadu!”

Drone Emprit ingin melihat dari sisi lain, yaitu melihat sinyal di balik data yang tertangkap. Tidak ingin masuk pada ranah siapa yang benar, apa motif di balik peseteruan ini, bagaimana peta kekuatan di balik para menteri. Tapi ingin melihat apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh publik.

SETTING DATA

Dengan DE kita buat dua project monitoring. Project ‘Bulog’ dengan keywords: kabulog, bulog, budi waseso, buwas. Dan project ‘Mendag’ dengan keywords: mendag, enggar, menteri perdagangan. Tanpa filter khusus.

Lalu kita buat satu project lagi ‘impor beras’, dengan kata kunci ‘impor’, difilter dengan kata ‘beras’. Ini memastikan kita dapat percakapan meski kedua kata terpisah. Project ini kita gunakan untuk melihat asosiasi kedua project di atas dengan isu impor beras.

VOLUME DAN TREN

Dari data seminggu terakhir, kita lihat tren percakapan tentang kedua nama itu naik turun dengan volume hampir sama, meski untuk Bulog sedikit lebih tinggi. Namun mulai tanggal 19 September (kemaren), volume Bulog naik tajam dua kali lebih tinggi dibanding Mendag.

Total selama seminggu ini, Bulog mendapat 43.3k mention, dan Mendag 22.1k mention. Di semua kanal yang dimonitor DE (News, Twitter, Youtube, Facebook, dan Instagram), volume Bulog lebih tinggi dari pada Mendag.

Tingginya percakapan yang memention Bulog dalam kisruh ini memperlihatkan siapa yang paling kuat dalam pikiran publik. Dalam hal ini, publik jelas dua kali lebih dekat dengan Bulog. Bulog menjadi top of mind dalam percakapan publik.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)