Sunday, 19 May 2019

Klarifikasi Buni Yani: “Prabowo Harus Menang, Jika Tidak Masuk Penjara”

Klarifikasi Buni Yani: “Prabowo Harus Menang, Jika Tidak Masuk Penjara”

Foto: Akbar Tanjung, Mahfud MD, Buni Yani dan Aldwin Rahadian. (Nael/swamedium)

Oleh: Buni Yani*

Jakarta, Swamedium.com — Hari Senin, 24 September saya dan rombongan dari Simpul Buni Yani – Center for Social Justice bersilaturahmi dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di ruang kerjanya. Kami berdiskusi mengenai rencana pendirian Paguyuban Korban Kriminalisasi dan Persekusi Rezim Jokowi (KKN PRJ).

Paguyuban ini didirikan untuk menuntut keadilan selama Jokowi berkuasa yang secara zalim melakukan kriminalisasi terhadap aktivis Islam dan ulama. Cara-cara keji yang dilakukan oleh Jokowi terhadap mereka yang berseberangan politik jelas bertolak belakang dengan prinsip demokrasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia (HAM) dan perbedaan pendapat.

Dalam kasus saya sendiri jelas dikatakan oleh sejumlah ahli hukum bahwa unggahan video selama 30 detik yang saya dapatkan dari fanspage Media NKRI sama sekali tidak mengandung unsur pidana. Caption yang menyertai video tersebut juga sama sekali tidak melanggar hukum karena sudah memenuhi kaidah penulisan akademik. Namun polisi tetap saja memproses kasus ini hingga saya menjadi tersangka.

Setelah selesai bertemu dengan Pak Fadli, saya dan rombongan keluar ruangan dan di lobi (ruang tunggu) sudah menunggu sejumlah wartawan lalu melakukan doorstop interview. Saya melayani pertanyaan mereka dan memberikan keterangan mengenai maksud dan tujuan kami datang ke DPR.

Saya menjelaskan bahwa saya mendukung Prabowo-Sandi dan bersedia masuk jadi anggota Timses semata-mata karena mencari keadilan yang sudah hilang selama Jokowi berkuasa dengan zalim. Saya yakin Prabowo-Sandi bisa mengembalikan keadaan tanpa hukum ini menjadi normal bila kelak menang. Insyaallah bila hukum ditegakkan maka ini akan menyelamatkan bangsa dan negara dari kehancuran.

Lalu saya mengatakan bahwa Prabowo harus menang, karena kalau tidak saya pasti masuk 1,5 tahun penjara. Kalimat ini adalah penegasan terhadap keterangan saya sebelumnya bahwa bila Prabowo menang, maka hukum akan menjadi normal dan sudah pasti kriminalisasi dan persekusi akan hilang dengan sendirinya.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)