Thursday, 25 April 2019

Pencekalan, Bukti Ada yang Takut Dengan Kepulangan HRS

Pencekalan, Bukti Ada yang Takut Dengan Kepulangan HRS

Foto: Pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab saat memenuhi panggilan pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Februari 2017 lalu. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Habib Rizieq Shihab (HRS) disebut-sebut telah dicekal oleh pemerintahan Arab Saudi agar tidak keluar dari Arab Saudi. Pencekalan ini bagi Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 KH Slamet Marif membuktikan ada kekuatan di Indonesia yang takut dengan kehadiran Habib di Tanah Air.

“Kami melihat dan memprediksi ada kekuatan besar di Indonesia yang menghalangi HRS kembali ke Tanah air karena ketakutan yang luar biasa,” kata Kiai Slamet, di Jakarta, Rabu (26/9).

Ketakutan seperti apa itu? Ia menjelaskan ketakutan datang dari pihak-pihak yang tidak menginginkan adanya kehadiran massa seperti aksi damai 212 kembali terjadi jelang pemilu 2019.

“Sebagai imam besar umat Islam, kehadiran Habib Rizieq tentunya menjadi magnet bagi umat Islam Indonesia dan ini yang ditakutkan,” ucapnya.

Slamet menjelaskan bahwa Habib memang sejak lama ingin hadir di tanah air sejak kasus-kasus hukum yang membelitnya sudah dihentikan atau SP3 oleh pihak kepolisian, seperti halnya kasus chat berbau mesum di WhatsApp karena tidak terbukti.

“Semua kasus yang membelitnya kan tidak ada yang terbukti. Makanya sudah lama HRS ingin pulang ke tanah air karena kangen rindu berkumpul dan berjuang bersama umat Islam. Tapi ternyata niatnya ini dianggap berbahaya dan harus dicegah. Mungkin salah satunya melalui pencekalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kiai Slamet yang juga menjabat sebagai juru bicara Front Pembela Islam (FPI), menuturkan bahwa pihaknya akan sedang mencari solusi agar pencekalan habib itu dicabut oleh imigrasi Arab Saudi.

“Ya tim hukum FPI akan mencari solusinya,” terang Slamet menambahkan.

Diketahui, pencekalan sebenarnya pernah diutarakan oleh Ketua GNPF Ulama H Yusuf Martak dalam acara Indonesian Lawyer Club (ILC) di salah satu televisi nasional di Indonesia, pada tgl 18 September 2018. Kemudian pernyataan Yusuf Martak itu juga dibenarkan oleh dai kondang Haikal Hasan.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)