Sabtu, 24 Oktober 2020

Terobos Bandara, Sekelompok ‘Preman’ Hadang Habib Hanif Alatas dan Habib Bahar

Terobos Bandara, Sekelompok ‘Preman’ Hadang Habib Hanif Alatas dan Habib Bahar

Manado, Swamedium.com – Sungguh menyedihkan, aksi pelanggaran hukum berupa aksi premanisme dan persekusi di Bandara ternyata masih saja terjadi di Indonesia dan justru dipertontonkan dengan bangga oleh para pelakunya.

Kali ini aksi melawan hukum itu terjadi di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, dimana kedatangan rombongan dakwah Islam Habib Hanif bin Abdurrahman Alatas dan Habib Bahar bin Ali bin Smith ditolak oleh puluhan orang yang menerobos masuk di Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (15/10) siang.

Padahal kedatangan mereka adalah untuk menghadiri acara Haul Habib Ali bin Smith yang merupakan salah satu tokoh agama Islam di Manado.

Dan ribuan umat Islam Manado juga sudah menunggu untuk menyambut kedatangan mereka untuk bersama-sama menghadiri acara tersebut.

Namun dari berbagai berita yang viral di Media Sosial, terlihat foto dan video sekelompok massa yang mengaku dari Ormas kedaerahan menerobos masuk ke dalam area Bandara.

Lalu massa itu melakukan aksi provokasi dan menyatakan penolakan terhadap kedatangan Habib Hanif dan Habib Bahar.

Hal ini sungguh aneh, karena sesuai UU yang berlaku di Indonesia, area Bandara harus steril dari aksi unjuk rasa dan sejenisnya.

Di ruang khusus Bandara, berbicara di depan staff khusus Gubernur, Kessbangpol, Kasad Intel, Danlanud dan lain-lain, Habib Hanif menyatakan:

“Saya mohon aktor intelektual (aksi penghadangan ini) ini dikejar, ini pemecah belah NKRI, ini yang merusak kebhinnekaan kita!”

“Ini semua acara (Acara Haul Habib Ali bin Smith) konstitusional, dilindungi Undang-Undang. UU negara mana yang memperbolehkan sekelompok massa masuk ke Bandara membawa senjata lengkap?”, tanya Habib Hanif.

Sesuai dengan UU yang berlaku di Indonesia, telah dengan tegas menyatakan masyarakat dilarang menyampaikan pendapat atau berdemo di obyek vital transportasi nasional seperti bandara, pelabuhan dan stasiun dan seluruh warga negara Indonesia mempunyai kewajiban untuk mentaatinya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.