Wednesday, 24 April 2019

Jokowi, Presiden Gagal?

Jokowi, Presiden Gagal?

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com – Jokowi sebagai presiden, sukses atau gagal? Kalau pertanyaan ini diajukan ke pendukungnya, pasti jawabannya sukses. Apa indikatornya? Pernah dikasih sepeda. Pernah dapat bingkisan yang dilempar dari mobil. Senang lihat Jokowi low profile ketika pakai kaos oblong dan sandal jepit. Tentu itu subyektif. Kalau ditanyakan kepada pihak lawan, jawabannya Jokowi gagal. Apa indikatornya? Jokowi kriminalisasi Habib Rizieq. Jokowi dukung Ahok. Ini juga subyektif. Kalau pertanyaannya diajukan ke lembaga survei, ada yang bilang sukses. Apa dasarnya? Persepsi publik. Mereka disurvei menggunakan kaidah-kaidah ilmiah dengan random sampling yang proporsional dan margin eror 2,5%. Obyektif? Kadang. Tapi, tidak nyambung. Loh, kok gak nyambung?

Sukses gagal kok dijawab pakai survei. Emang pemilu? Kalau mau lihat Jokowi sukses atau gagal, lihat seberapa besar janji yang sudah ditunaikan, dan lihat pula capaian kinerjanya. Bukan persepsi. Pasti bias.

Tapi, pertanyaan dalam survei itu tentang tingkat kepuasan publik. Bukan tentang kesuksesan. Secara ilmiah itu tidak salah. Tapi narasi “kepuasan publik” itu apakah orisinil dan berdiri sendiri? Tidak ada kaitannya dengan penggiringan opini? Gak berhubungan dengan kampanye? Ini soal etika dan moral. Curiga, bahkan sering kecewa terhadap lembaga survei model ini, seorang ustaz bertanya: bagaimana nasib lembaga-lembaga survei itu di akhirat ya? Nah loh.

Sukses gagalnya Jokowi mesti dilihat dari variabel kinerja dan janji kampanyenya. Misal, bagaimana kinerja Jokowi di bidang hukum? Hukum makin adil, atau makin timpang? Apakah hukum ditegakkan, atau dikendalikan? Bagaimana tingkat kriminalisasi? Diberantas, atau malah digalakkan?

Di bidang ekonomi. Rakyat makin sejahtera, atau makin sulit hidupnya? Pengangguran makin banyak, atau berkurang? BBM, listrik dan jalan tol makin membebani rakyat atau meringankan? Dolar dulu Rp.10.000, sekarang diatas Rp.15.000. itu indikator sukses atau gagal?

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)