Friday, 19 July 2019

Tolak LGBT, Warga Desak Bupati Kembalikan Garut Jadi Kota Santri

Tolak LGBT, Warga Desak Bupati Kembalikan Garut Jadi Kota Santri

Garut, Swamedium.com – Aksi lanjutan tolak LGBT di Garut ini dilakukan karena pada Jumat (12/10) lalu, perwakilan aksi gagal menemui Pemerintah Kabupaten Garut dan Anggota DPRD Kabupaten Garut untuk menyampaikan tuntutan dan pemerintah bersedia menemui peserta aksi pada Selasa (16/10) kemarin.

Adapun isi tuntutannya adalah, Pertama mendesak DPRD Kabupaten Garut beserta Bupati dan Wakil Bupati Garut untuk menerbitkan Perda khusus terkait LGBT dan penyakit masyarakat lainnya.

Kedua, mendesak Bupati Garut untuk menyediakan sarana rehabilitasi pelaku LGBT

Ketiga, mendesak Kapolres Garut supaya menerbitkan surat edaran kepada pemilik kos untuk melakukan pengawasan para penghuninya secara ketat.

Keempat, mendesak aparat keamanan untuk menindak, menertibkan dan menutup tempat-tempat yang terindikasi menjadi sarana perkumpulan komunitas serta aktivitas LGBT seperti warung remang-remang, tempat hiburan dan sebagainya.

Kelima, mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut untuk mewajibkan sekolah mengadakan program pembinaan keagamaan khusus di luar jam pelajaran.

Keenam, mendesak Kominfo untuk mengawasi, memperketat dan memblokir konten LGBT/porno yang beredar di media sosial.

Ketujuh, mendesak MUI Garut untuk menerbitkan fatwa MUI tentang bahaya LGBT lalu mensosialisasikannya kepada masyarakat luas.

Kedelapan, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalan mencegah perbuatan LGBT dan perbuatan maksiat lainnya melalui spanduk DLL

Bupati Garut, Rudi Gunawan, SH. Menegaskan bahwa Garut telah memiliki perda no 13 tahun 2015 yang mengatur tentang Anti Tindakan Asusila dan beberapa poin dari delapan tuntutan sudah tertuang di dalam perda.

“Kepolisian Republik Indonesia, Polres Garut dan Pemerintah Kabupaten Garut bersama kemkoninfo telah berhasil menutup akun sosial media yang mengandung unsur LGBT,” jelas dia.

“Tim pemberantas maksiat akan melibatkan unsur kepolisian, pemerintah Daerah Kabupaten Garut, MUI dan ormas kepemudaan serta keagamaan,” imbuh dia.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)