Friday, 26 April 2019

Iklan Kampanye Dibatasi, Peserta Pemilu Dituntut Kreatif

Iklan Kampanye Dibatasi, Peserta Pemilu Dituntut Kreatif

Jakarta, Swamedium.com – Komisi Pemiihan Umum (KPU) Melakukan pembatasan terhadap iklan kampanye baik di media cetak, elektronik dan jaringan.

Akibat pembatasan ini peserta pemilu dituntuj untuk berkampanye secara kreatif.

“Harus lebih kreatif, sebetulnya ada cara lain ya misalnya radio komunitas namun cara ini dinilai tidak terlalu seksi,” kata Djuni Thamrin pengamat kebijakan publik dari Concern Think Thank Institute, Jumat (19/20)

“Bisa lewat Youtube, media sosial, Twitter segala macam.

Jadi diproduksi terus bagaimana ide itu dikomunikasikan,” sambung dia.

Selain lewat media, kampanye yang paling efektif, kata Djuni, yakni dengan tatap muka langsung dengan rakyat.

Misalnya saja, membuka layanan layaknya praktik dokter.

“Konsituen boleh mengadu, boleh mengemukakan masalahnya dan itu dinilai lebih efektif tatap muka langsung dibandingkan dengan lewat media,” tutupnya.

Pembatasan iklan kampanye diatur rinci di dalam Pasal 37 PKPU Nomor 23 Tahun 2018. Selain itu iklan kampanya juga hanya diperbolehkan selama 21 hari saja yakni pada 24 Maret-13 April 2019 mendatang.

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)