Monday, 17 June 2019

Terkepung, Jokowi Makin Sulit Menang

Terkepung, Jokowi Makin Sulit Menang

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com — Head to head lawan Prabowo, Jokowi di atas angin. Survei membuktikan. Ini bukan soal integritas dan kapasitas. Tapi, soal bagaimana merebut hati rakyat. Dalam konteks ini, Jokowi jauh di atas Prabowo. Kemampuan self branding Jokowi tak mudah ditandingi. Jokowi sudah membuktikannya sejak nyalon walikota Solo, lalu gubernur DKI, lanjut presiden.

Di pilpres 2019, yang dihadapi Jokowi tak hanya Prabowo. Ada sejumlah pihak yang tak bisa diremehkan kekuatannya. Pertama, Sandiaga Uno. Anak ganteng ini berhasil merebut hati emak-emak di pedesaan dan kaum milenial. Sandi juga mampu berdialog secara rasional dengan kalangan perkotaan dan kelas menengah atas dengan program ekonominya. Kedaulatan pangan, stabilisasi harga dan pembangunan infrastruktur tanpa hutang adalah program yang saat ini jadi antitesa Jokowi. Gagasan Sandi tepat dan menyasar rasionalitas rakyat. Menghadapi Sandi, Jokowi mati langkah. Hadirnya Sandi yang setiap hari 10-15 kali mengunjungi komunitas massa berhasil menggerus kantong-kantong para pendukung Jokowi. Terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kedua, mesin politik umat. Orang mengenalnya dengan gerakan 212. Jokowi kelelahan menghadapi gerakan massa 212. Berbagai ikhtiar rekonsiliasi tak berhasil. Pola ofensif malah sering menciptakan blunder politik. Pelan tapi pasti, operasi terhadap gerakan 212 justru menggerogoti elektabilitas Jokowi. Belum terlihat ada langkah efektif dari kubu Jokowi untuk menghambat, atau menjinakkan gerakan 212.

Kehadiran Ma’ruf Amin yang semula diskenariokan untuk menghadang pengaruh 212, tak berhasil. Buktinya? Fatwa “minor” Ma’ruf terkait dengan Reuni 212 justru dijawab dengan jumlah massa yang jauh lebih besar dari aksi-aksi sebelumnya. Dan dalam reuni itu yang bergema adalah shalawat khas kaum Nahdliyyin. Artinya, massa yang hadir banyak dari kalangan Nahdliyyin. Ini indikasi bahwa pengaruh Ma’ruf di kalangan Nahdliyyin tidak sebagaimana yang dibayangkan orang selama ini. Terutama ketika sejumlah Kiyai dan alumni santri Tambak Beras maupun Tebu Ireng Jombang, tempat lahirnya NU, deklarasi dukung Prabowo-Sandi.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)