Friday, 19 July 2019

Fahri Hamzah Bongkar Rahasia Siapa yang Serang Amien Rais

Fahri Hamzah Bongkar Rahasia Siapa yang Serang Amien Rais

Foto: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (ist)

Setelah diskusi panjang, Prof Amien Rais memutuskan untuk menjawab pak Habibie, “Pak Habibie, biarkan saya berada di luar sebagai tandingan pemerintah. Mari kita bertinju agar pemerintah ini sehat dan menjalani transisi secara baik”. Itu yang saya tangkap.

Saya tahu akibat keputusan pak Prof Amien Rais ke dalam pemerintahan BJH.
Sebagian beranggapan, ini adalah adu domba.
Seperti akhirnya pak Prabowo pun tersingkir dari samping Habibie.
Bayangkan kalau mereka bersatu.
Tapi itulah sejarah.

Di sela Prof Amien Rais saya mengerti kelompok² yang memang tidak punya modal sebesar beliau.
Tapi mereka punya jaringan.
Mereka ini anti Habibie tetapi mereka memerlukan pak Amien untuk melawan Habibie.
Mereka yang berbahagia karena pak Amien tidak mau gabung.

Maksud pak Prof Amien Rais adalah menjaga Demokrasi.
Dan itu yang beliau lakukan sehingga mengawal konstitusi dalam 4 kali amandemen sebagai ketua MPR.
Tapi, mereka punya maksud lain, “Jangan sampai orang pintar yang tak bIsa dipengaruhi memimpin negeri ini”.

Itulah agenda laten kelompok ini.
Setelah berhasil menggagalkan konsolidasi kelompok yang punya akar, mereka putar haluan.
Saya ingat, mereka gembira dengan periode pertama pak SB Yudhoyono karena cukup akomodatif.
Tapi, begitu beliau mulai keras, serangan datang.

Sekarang, musuh mereka bergabung.
Tokoh seperti SB Yudhoyono, Prof Amien Rais dan Prabowo adalah mewakili kelompok yang tidak saja mengerti persoalan tetapi mengakar.
Ini yang mereka takutkan. Karena mereka bisa kehilangan kendali kebijakan.

Kelompok ini gandrung mendukung orang lemah.
Motifnya adalah mempengaruhi kebijakan dan mengambil bagian dalam kekuasaan.
Banyak mau tanpa keringat, itulah cara mereka.
Manuver dan politik elit, itu jalan mereka.

Mereka benci partai politik maka mereka tidak suka dengan kader parpol.
Mereka selalu ingin mendukung apa yang mereka sebut “kabinet profesional” yang mereka artikan kabinet tanpa kader partai.
Sebab umumnya mereka gak punya partai.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)