Senin, 28 September 2020

Para Penyerang Prabowo Sekarang Frustasi Berat

Para Penyerang Prabowo Sekarang Frustasi Berat

Foto: Fahri Hamzah menilai penundaan sidang tuntutan Ahok sudah diatur semuanya. (ist)

Oleh: Fahri Hamzah

Jakarta, Swamedium.com — Sudah mau masuk 2019, saya mengamati sebagai Tim Sukses Prabowo-Hatta di Pilpres 2014, serangan kubu kepada Prabowo belum ada yang telak. Semua masih pakai peluru lama. Dugaan saya karena memang susah mencari kelemahannya.

Penyerang tak saja memakai peluru lama, tetapi juga memakai senjata dan penembak lama. Orang-orang yang menembak Prabowo dari samping ini gak kunjung nambah. Dia-dia lagi. Serangan semuanya seputar gaya dan cara. Kesimpulan; MEREKA melihat Prabowo tidak bisa diatur (baca: dijadikan boneka).

Memang, kalau anda PENGECUT, susah ketemu karakter kayak Prabowo yang suka tos-tosan. Orang itu terlalu rasional dan cerdas. Saya sering melihat Prabowo sama seperti pak Habibie. Orang rasional yang biasanya tidak punya masalah dengan kelompok politik Islam.

Saya baru melihat KELOMPOK INI di ujung Orde Baru. Memang perlu umur yang cukup membaca MEREKA. Saya melihat sikap MEREKA ke pak Habibie gak bisa lupa. Sampai seluruh dunia meminta pak Habibie gak maju lagi. Padahal apa salah beliau. Sekarang terbukti.

Tanpa Habibie, transisi kita gak akan seperti ini. Beliau dalam waktu yang sangat pendek (1 tahun 7 bulan) di tengah desakan mundur oleh KELOMPOK INI, BJ Habibie melakukan penyelamatan ekonomi dan penyelenggaraan pemilu yang paling JURDIL yang diakui dunia.

Tapi, beliau memang sepeti aneh; terlalu rasional, blak-blakan, dan seolah emosional. Gaya dan cara inilah yang dikembangkan seolah beliau orang bahaya. Habibie tidak saja digambarkan sebagai penerus Suharto tetapi juga dianggap akan memperpanjang umur Orde Baru.

Sama dengan cara melihat Habibie, KELOMPOK INI tidak kuat melihat gaya dan cara Prabowo. Apalagi karena Prabowo itu seorang mantan tentara. Maka, pidatonya diolok-olok sebagai pidato seorang tiran yang akan membelenggu Indonesia dan menghilangkan kebebasan.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.