Wednesday, 19 June 2019

Menjaga Netralitas Penyelenggara Liga Capres Indonesia

Menjaga Netralitas Penyelenggara Liga Capres Indonesia

Oleh : Ruslan Ismail Mage*

Jakarta, Swamedium.com — Dalam sejarah sepak bola dunia, tercatat beberapa liga yang digelar melahirkan lagenda sepak bola. Sebut misalnya liga sepak bola Berasil melahirkan mega bintang Pele, liga Argentina menciptakan seniman bola Maradona, liga Inggris yang mencetak salebriti bola David Beckham, liga Perancis menghasilkan sijenius bola Zinedine Zidane, liga Portugal mencetak bintang fenomenal Cristiano Ronaldo, atau liga Spanyol meroketkan Raul Gonzales, serta liga Asia yang diwakili Jepang melambungkan Nakata.

Lalu bagaimana dengan liga sepak bola Indonesia? Suatu pertanyaan yang masih kurang menarik dijawab, karena sepanjang liga sepak bola yang katanya sudah profesional di gelar di republik ini, belum pernah melahirkan bintang yang mampu membawa bangsanya disegani bangsa lain. Karena itu, tulisan ini tidak akan membahas bagaimana perkembangan liga sepak bola di negeri yang bertabur bintang reformasi ini, tetapi lebih tertarik menganalisis “Liga Sepak Bola Capres Indonesia” yang semakin seru menuju babak final tanggal 17 April 2019.

Menyaksikan dua kubu capres berlaga di lapangan demokrasi memperebutkan juara satu sebagai tiket bertahta di Istana Negara, itu bisa dianalogikan menyaksikan dua kesebelasan sepak bola bertarung di final memperebutkan mahkota juara. Sejak panitia pertandingan (KPU) meniup pluit tanda pertandingan dimulai, maka kedua kubu sudah menyusun strategi, cara, atau siasat bagaimana mengalahkan lawannya.

Dalam teori sepak bola modern, tim yang kuat dan kaya pada akhirnya akan membeli pemain-pemain terbaik dari tim yang lemah dan semua sarana pendukung lainnya untuk memenangkan pertandingan.

Kurang lebih begitulah yang terjadi dalam Liga Sepak Bola Capres Indonesia (LSBCI). Dalam konteks demokrasi modern, kubu yang didukung tirani modal lebih banyak menguasai perjalanan politik suatu bangsa.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)