Wednesday, 19 June 2019

8 Agenda Prioritas Prabowo-Sandi di Bidang Ekonomi

8 Agenda Prioritas Prabowo-Sandi di Bidang Ekonomi

Direktur Materi Debat Kampanye Prabowo-Sandi, Sudirman Said (kedua dari kiri) menghadiri deklarasi pemenangan Prabowo-Sandi di Kebumen, Ahad (14/10)

Jakarta, Swamedium.com – Calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memiliki 8 agenda prioritas dalam aspek ekonomi.

Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, mengatakan, dua agenda pertama berkaitan dengan fondasi ekonomi dan pengembangan industri-industri baru.

Hal itu diungkapkannya dalam sebuah acara diskusi mingguan, di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019).

“Fokus ekonomi ini kalau dibagi ada 8 prioritas agenda. Pertama berkaitan dengan fondasi ekonomi, bagaimana perbaikannya. Kedua, kami akan menciptakan ruang tunggu baru,” ujar Sudirman.

Ia menjelaskan, dalam agenda fondasi ekonomi, hal-hal yang akan dilakukan adalah penataan fiskal dan infrastruktur.

Agenda kedua, mengembangkan industri syariah sehingga Indonesia dapat menjadi pusat industri halal di dunia dan industri kreatif.

Berikutnya, agenda reformasi pajak. Sudirman mengatakan, Prabowo-Sandiaga mewacanakan untuk menurunkan tarif pajak sehingga dapat meningkatkan pemasukkan dari pajak.

“Ada juga agenda tax reform, intinya kami ingin mendorong policy menurunkan tarif pajak efektif, karena tujuannya untuk memudahkan masyarakat bawah dan memperlebar atau memperkuat basis tax ratio,” kata dia.

Agenda berikutnya, membangun kedaulatan pangan dan bidang pertanian.

Beberapa hal yang didorong adalah memberikan pelatihan keterampilan kepada para petani, memperkuat Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai lembaga yang menjaga kestabilan harga pangan, hingga membuat bank untuk petani dan nelayan.

Agenda kelima terkait energi dan keamanan. Prabowo-Sandiaga ingin Indonesia lepas dari ketergantungannya pada bahan bakar fosil.

“Jadi kita membayangkan ada ketentuan setiap pemilik pembangkit listrik, PLN dan swasta, dalam sekian tahun ke depan diwajibkan memiliki porsi tertentu dari renewable energy,” kata Sudirman.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)