Wednesday, 19 June 2019

Amien Rais: Revolusi mental Jokowi tidak jelas

Amien Rais: Revolusi mental Jokowi tidak jelas

Jakarta, Swamedium.com — Tokoh reformasi 1998, Amien Rais meluncurkan buku yang disebutnya sebagai kritik terhadap program Revolusi Mental yang digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Buku setebal 76 halaman itu diberi judul Amien ‘Hijrah: Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revolusi Moral’.

“Jadi menurut saya, Revolusi Mental Pak Jokowi itu memang tidak jelas, tidak ada dokumen autentik yang sebetulnya,” kata Amien saat peluncuran buku itu di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (11/1/2019).

Ketua Dewan Kehormatan PAN itu menyebut tidak adanya dokumen autentik untuk Revolusi Mental dari Jokowi karena tidak ada dokumen otoritatif dari pemerintah. Amien menyebut mental sebagai sebuah sikap yang muncul dari suasana batin kejiwaan seseorang, sedangkan moral adalah kemampuan seseorang membedakan suatu hal yang baik dan buruk.

Sejumlah tokoh hadir dalam peluncuran buku itu di antaranya Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo, dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Chusnul Mar’iyah, dan aktivis HAM Natalius Pigai. Masing-masing dari tokoh itu berkomentar tentang isi buku Amien itu.

“Saya kaget. Kaget artinya Pak Amien Rais mau membenamkan, mau menutup, mengubur, apa yang namanya revolusi mental. Jadi dengan munculnya revolusi moral ini merupakan pembaharuan lebih baik, lebih maju, lebih bermartabat, lebih berdaulat sebagai manusia dibandingkan revolusi mental,” ujar Natalius Pigai.

Sementara itu, Chusnul menilai era Revolusi Mental justru memunculkan hal-hal seperti politik uang, buta aksara moral, distorsi wacana kebangsaan, hingga Islamophobia. Dia menyebut di era Revolusi Mental muncul persekusi terhadap ulama.

“Di era Revolusi Mental-lah para ulama dipersekusi. Ini demokratis atau persekusi? Civil and political liberties-nya di mana? Ini jadi persoalan,” kata Chusnul.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)