Tuesday, 15 October 2019

Menjawab Tudingan atas Perbaikan Dokumen Visi dan Misi Prabowo-Sandi

Menjawab Tudingan atas Perbaikan Dokumen Visi dan Misi Prabowo-Sandi

Penolakan ini sebenarnya aneh. Sebagai catatan, sesudah pasangan Capres/Cawapres ditetapkan pada tanggal 20 September 2018, pada tanggal 25 September 2018 KPU mengundang tim dari kedua pasangan calon untuk menyimak sosialisasi RPJMN 2015-2019 dari Pemerintah dengan tujuan agar dokumen visi dan misi Capres/Cawapres memperhatikan RPJMN.

Secara substanstif, penyusunan dokumen visi dan misi Capres/Cawapres tanpa harus diimbau sekalipun sebenarnya telah memperhatikan berbagai dokumen resmi kenegaraan yang perlu untuk dirujuk. Itu sebabnya kami bertanya kepada KPU, kenapa sosialisasi RPJMN semacam itu dilakukan sesudah dokumen visi dan misi diserahkan perbaikannya?! Kenapa tidak dilakukan sebelum itu? Bukankah secara teknis maksud sosialisasi tanggal 25 tadi jadi muspro?!

Atas pertanyaan itu, KPU menyatakan bahwa dokumen visi dan misi masih bisa diperbaiki sesudah tanggal 20 September 2018. Karena frame-nya begitu, maka kegiatan KPU tanggal 25 September itupun jadi make sense. Jadi, kita tunggu saja konsistensi pihak KPU atas masalah ini.

Tulisan saya ini bukan penjelasan resmi BPN Prabowo-Sandi, karena saya bukan juru bicara tim. Saya hanya merasa perlu memberikan penjelasan dan klarifikasi segera atas beberapa tuduhan yang tidak benar seputar lahirnya dokumen versi yang terakhir ini.

Tim Prabowo-Sandi yang jelas tidak mungkin berusaha memperbaiki dokumen jika tidak ada rambu resmi yang sebelumnya disampaikan oleh pihak KPU. Sejak awal kami sangat menghormati hukum dan aturan main terkait penyelenggaraan Pemilu dan Pilpres.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.