Monday, 17 June 2019

Reviu Buku Amien Rais, Sebuah Wasiat Terakhir untuk Bangsa

Reviu Buku Amien Rais, Sebuah Wasiat Terakhir untuk Bangsa

Jakarta, Swamedium.com — Hari ini saya berkesempatan menghadiri launching buku Amien Rais berjudul Hijrah; Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revolusi Moral” Dalam buku ini Amien Rais secara lugas dan gamblang menuliskan Jokowi dengan program Nawacita dan Revolusi Mentalnya terbukti gagal dalam membangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih kuat, lebih adil dan lebih makmur.

Bagi masyarakat apalagi kawulo alit, nawacita sudah berubah menjadi nawasengsara (hlm. 10). Sengsara Sosial (kesenjangan makin lebar antara kelompok kaya dan kelompok miskin); Sengsara Ekonomi (Harga makin mahal dan ekonomi makin memburuk); Sengsara Hukum (hukum tumpul keatas tapi tajam ke bawah, pembubaran HTI tanpa peradilan yg diskriminatif, dsb) Sengsara HAM (pelanggar HAM di Aceh/ Papua semakin banyak); Sengsara Moral (kehidupan bangsa hampir tanpa rujukan moral) dan masih banyak lagi

Amien Rais menyebutkan program Jokowi yang dinamakan revolusi mental mungkin terdengar begitu apik ditelinga masyarakat. Meski hingga saat ini Jokowi sendiri tidak pernah menguraikan apa yang dimaksud dengan revolusi mental tersebut. Masyarakat sendiri pun tidak benar-benar mengerti apa yang dimaksud dengan revolusi mental (hlm. 13). Revolusi mental hanya menjadi gerakan tanpa arah, kosong makna, hanya rangkaian slogan yang enak didengar dan pahit realitanya.

Puluhan janji Jokowi haturkan ketika masa kampanye. Namun puluhan janji itu juga tidak ia tepati sampai menjadi presiden. Jokowi bahkan tidak pernah meminta maaf kepada rakyat Indonesia (hlm. 24).

Untuk seorang pemimpin yang tidak punya wawasan moral, melakukan kebohongan untuk mencapai tujuan politik dianggap sebagai hal biasa.

Bahkan pembangunan infrastruktur yang selama ini dibanggakan sebenarnya adalah kamuflase untuk memuluskan Jalan Sutra Cina/One Belt One Road lewat program Tol Laut, reklamasi, pelabuhan, bandara yang pada akhirnya hanya membuat Indonesia semakin terjerat hutang (debt trap).

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)