Tuesday, 15 October 2019

5 Fokus Pidato Kebangsaan Prabowo

5 Fokus Pidato Kebangsaan Prabowo

Pidato Kebangsaan oleh Prabowo Subianto didampingi Sandiaga Uno, Jakarta, 14 Januari 2019.

Jakarta, Swamedium.com — Jakarta – Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan visi-misi dalam pidato kebangsaan yang digelar lebih dari 80 menit.

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabawo-Sandi, memaparkan visi-misinya melalui pidato kebangsaan yang bertajuk Indonesia Menang.

Dalam pidato yang digelar di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1) malam tersebut, Prabawo menyebut terdapat lima fokus Prabowo-Sandi apabila nanti terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024.

Kelima fokus Prabowo-Sandi dirangkum dalam visi-misi Indonesia Menang. Untuk mewujudkannya, Prabowo-Sandi memiliki strategi khusus yang disebut strategi dorongan besar.

Fokus pertama, mewujudkan ekonomi yang adil untuk memakmurkan Indonesia dengan mengutamakan rakyat Indonesia. Untuk mewujudkan hal ini, kata Prabowo, dia akan membangun industrialisasi alias menciptakan pusat industri baru, guna menciptakan lapangan kerja agar daya beli masyarakat meningkat.

“Dengan begitu orang akan punya uang, orang punya uang maka industri akan bergerak. Kita harus buat mobil nasional, helikopter, kapal-kapal niaga, kapal-kapal angkut, kapal-kapal perang. Teknologi-teknologi ini harus kita buat sendiri, karena kita bangsa ke-4 terbesar di dunia. Industrialisasi adalah keharusan bagi negara kita. Kami akan jadikan industri di Indonesia,” paparnya berapi-api.

Fokus kedua, Prabowo menyatakan ingin meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat, dengan meningkatnya kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, yang nantinya akan diiringi dengan peningkatan kualitasnya hidup tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

“Kami akan perangi kemiskinan, tingkatkan layanan kesehatan, dan tingkatkan kualitas pendidikan. Pekerja-pekerja di bidang kesehatan dan pendidikan harus dihormati kualitas hidupnya. Gaji-gaji mereka harus kita perbaiki. Guru-guru, terutama guru-guru honorer harus kita akomodir, harus kita perbaiki kualitas hidupnya,” paparnya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.