Tuesday, 15 October 2019

Tritura Zaman Now: Ganti Presiden, Turunkan Harga, Usir TKA China

Tritura Zaman Now: Ganti Presiden, Turunkan Harga, Usir TKA China

Ilustrasi tagar #2019GantiPresiden

Oleh: Tjahja Gunawan*

Jakarta, Swamedium.com — Setiap memasuki bulan Januari, diantara kita senantiasa diingatkan pada peristiwa bersejarah yang terjadi tahun 1966 dan Malari 1974.

Pada tahun 1966, para pemuda, pelajar dan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) dan Kesatuan Aksis Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), melakukan aksi demonstrasi mendatangi DPR-GR (Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong). Mereka mengajukan tiga tuntutan atau lebih dikenal dengan Tritura, Tiga Tuntutan Rakyat. Yakni Pembubaran PKI beserta ormas-ormasnya, Perombakan kabinet Dwikora, dan turunkan harga pangan.

Kemudian tahun 1974, terjadi Malari (Malapetaka Limabelas Januari). Ini merupakan peristiwa demonstrasi mahasiswa dan kerusuhan sosial pada 15 Januari 1974.

Aksi tersebut melahirkan Tritura Baru 1974. Tiga tuntutan rakyat waktu itu adalah bubarkan lembaga Asisten Pribadi Presiden (Aspri), turunkan harga dan ganyang korupsi. 

Oknum jenderal

Peristiwa itu terjadi saat Perdana Menteri (PM) Jepang Tanaka Kakuei sedang berkunjung ke Jakarta (14-17 Januari 1974). Mahasiswa merencanakan menyambut kedatangannya dengan berdemonstrasi di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta. Namun karena dijaga ketat aparat, rombongan mahasiswa tidak berhasil menerobos masuk pangkalan udara.

Menjelang kepulangan ke Jepang tanggal 17 Januari 1974, PM Jepang itu berangkat tidak dengan mobil, tetapi diantar Presiden Soeharto dengan helikopter dari Bina Graha ke pangkalan udara Halim Perdanakusuma.

Aksi demonstrasi mahasiswa tersebut kemudian ditunggangi oleh oknum jenderal sehingga aksi tersebut berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Akhirnya, Presiden Soeharto memberhentikan Soemitro sebagai Panglima Kopkamtib. Demikian juga jabatan Asisten Pribadi Presiden dibubarkan. Kepala Bakin, Sutopo Juwono digantikan oleh Yoga Soegomo.

Salah satu pelaku sejarah yang sampai sekarang masih hidup adalah Hariman Siregar. Dulu dia adalah ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia (DM UI) sekaligus pimpinan aksi massa pada saat terjadi peristiwa Malari.

Atas komando Hariman Siregar, para mahasiswa melakukan long march dari kampus UI di Salemba menuji menuju Kampus Universitas Trisakti, di Jl Kiai Tapa, Jakarta Barat.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.