Minggu, 19 September 2021

Prabowo Pengalaman Diserang, Jokowi Gagal dalam Penegakan HAM

Prabowo Pengalaman Diserang, Jokowi Gagal dalam Penegakan HAM

Foto: Natalius Pigai saat berorasi dalam Aksi 287. (Nael Kilimanjaro/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Dua kali menghadapi situasi dimana harus menyampaikan visi misi dan berdebat dengan rivalnya, Prabowo Subianto sudah berpengalaman diserang isu pelanggaran HAM.

Banner Iklan Swamedium

Setelah 2009, terakhir 2014 berhadapan dengan Joko Widodo, mantan Danjen Kopasus itu pun kembali disodorkan hal yang sama.

Namun kali ini untuk tema HAM, hasilnya akan berbeda. Pasalnya Jokowi yang menjadi rivalnya pada Pilpres 2014 dan berhasil memenangkan suksesi, dinilai gagal membuktikan janji kampanyenya untuk menuntaskan sejumlah kasus pelangaran HAM.

Itu disampaikan mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai kepada wartawan di Media Center BPN Prabowo-Sandi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/1).

“Anda lihat bagaimana 2014 dan 2009 Prabowo mendapat tekanan bertubi-tubi dari isu HAM, tapi hari ini dia (Prabowo) merasa dirinya pemenang,” ujar Pigai.

“Menangnya karena apa? karena kegagalan Jokowi,” imbuhnya.

Dijelasakan Pigai, kegagalan Jokowi dalam penuntasan kasus HAM dibuktikan dengan janji kampanye Nawacita yang hanya melibatkan institusi HAM tapi tidak menyelesaikan persoalan HAM.

“Tertulis dalam Nawacita, menggerakkan dan mobilisasi termasuk institusi HAM. Tapi kita tersandera oleh sebuah harapan yang luar biasa ke depan bahwa seluruh persoalan bangsa ini akan diselesaikan. Tapi sampai sekarang tidak berhasil,” pungkasnya.

Sumber: RMOL

Banner Iklan Swamedium

Related posts

1 Comment

  1. Anonim

    Natalius pigai mengangkat isu HAM terhadap Jokowi, tapi gagal menyadari bahwa capres nya sendiri Prabowo Subianto terjerat banyak kasus HAM ketika masih menjadi petinggi militer. Ini ciri kampanye kubu prabowo-sandi yaitu melemparkan isu-isu untuk menyerang Presiden Jokowi sekaligus menutupi keburukan sendiri.

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita